Petani Lele Terancam Bangkrut

869
MUNIR ABDILAH/RADAR SEMARANG
MUNIR ABDILAH/RADAR SEMARANG
MUNIR ABDILAH/RADAR SEMARANG

SALATIGA – Keberlangsungan usaha para petani lele di Kota Salatiga terancam bangkrut. Pasalnya, harga pakan dan bibit terus merangkak naik. Belum lagi minimnya pasar penjualan hasil panen sehingga mereka terpaksa menjual kepada tengkulak dengan harga dibawah standar. Ironisnya lagi, pasar lele di Salatiga justru dibanjiri pasokan dari lumbung lele daerah lain seperti Pantura, Kediri dan Tulungagung.

Menurut petani lele mandiri Sabilal Huda, 32, pihaknya bersama para petani lele lainnya terus merugi dengan kondisi ini. “Kami harapkan dinas perternakan dan perikanan untuk bisa merangkul dan menyalurkan hasil petani mandiri agar Salatiga bisa swasembada lele. Kami belum punya komunitas,” keluh Sabilal yang mempunyai lima kolam lele tersebut.

Terkait keluhan tersebut, koordinator penyuluh Dinas Peternakan dan Perikanan, Sudarno mengatakan, pihaknya kemarin sudah mengajukan subsidi kepada Komisi B DPRD Salatiga untuk para petani baik ikan maupun tanaman. Juga dalam waktu dekat akan mengadakan pelatihan empat kali dalam sebulan.

“Rencananya kita akan membuat bahan makanan alternatif, yang kita buat sendiri. Nantinya kita akan distribusikan kepada komunitas petani lele di Salatiga, melalu satu pintu. Seumpama dari sembilan ribu harga pakan, kita subsidi petani seribu rupiah, jadi harganya delapan ribu” jelas Sudarno kepada wartawan.

Sudarno menyatakan jika saat ini hasil panen lele dari Salatiga justru dijual ke Semarang. Pasalnya, pasar lele Salatiga sudah dibanjiri dari Kediri dan Tulungagung. “Harga lele di salatiga banyak di rusak oleh stok lele dari luar daerah. Bahkan tengkulak di Salatiga, rata – rata di kuasai oleh tengkulak Kabupaten Semarang dan Boyolali. Makanya rencana pasar ikan di pulutan belum bisa direalisasikan” ungkapnya.

Sudarno juga mengatakan, untuk merangsang minat bertani lele, Dinas menyewakan 42 kolam di pasar ikan Pulutan dengan harga 250 ribu. “Kami juga sedang membangun laboratorium ikan dan gedung pertemuan petani ikan,” tuturnya. (mg14/sas/zal)