Aset BPR BKK Capai Rp 202,6 Miliar

482
BANSOS: Bupati Demak Dachirin Said didampingi Wabup Harwanto menyerahkan bantuan dana sosial dari BPR BKK kepada anak yatim piatu, kemarin. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)
 BANSOS: Bupati Demak Dachirin Said didampingi Wabup Harwanto menyerahkan bantuan dana sosial dari BPR BKK kepada anak yatim piatu, kemarin. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)

BANSOS: Bupati Demak Dachirin Said didampingi Wabup Harwanto menyerahkan bantuan dana sosial dari BPR BKK kepada anak yatim piatu, kemarin. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)

DEMAK- Bupati Dachirin Said mengapresiasi kinerja BPR BKK Demak dan PD BKK Dempet yang kini terus berkembang. Menurutnya, aset kedua lembaga tersebut kini mencapai Rp 202,6 miliar dari sebelumnya yang hanya Rp 159,7 miliar. Artinya, ada kenaikan aset sebesar 126,8 persen.

Lembaga tersebut juga mampu menghimpun dana masyarakat dari Rp 150,5 miliar menjadi Rp 158,8 miliar atau 105,47 persen. Sementara, penyaluran kredit usaha dari Rp 110,2 miliar naik menjadi Rp 134,98 miliar atau 122,48 persen. Karena itu, laba yang tercatat mencapai Rp 4,94 miliar. “Ini menunjukkan bahwa minat masyarakat kita untuk menabung terus meningkat dari tahun ke tahun.

Bahkan, sebagai perusahaan daerah, BPR BKK Demak dan PD BKK Dempet mampu menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) dari Rp 1 miliar pada 2013 menjadi Rp 2,22 miliar pada 2014 ini,”ujar bupati disela penyaringan undian tamades gempita di halaman Kantor Kecamatan Dempet, kemarin. Bupati Dachirin juga acungi jempol karena lembaga itu juga mampu menjadi yang terbaik dari 28 BKK lainnya di Jateng. “Sumbangsih BKK ini cukup besar dalam menumbuhkan usaha kecil dan mengentaskan kemiskinan,”katanya.

Direktur Utama PD BKK Dempet, Sofi’i mengatakan, nilai tabungan masyarakat desa (tamades) mencapai Rp 124,5 miliar dengan jumlah penabung sebanyak 32.177 orang. Disinilah, BKK berperan edukatif pada masyarakat agar gemar menabung. “Tidak hanya gebyarnya saja, tapi bagaimana nilai edukasi ini juga dicapai,” katanya.

Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian Provinsi Jateng, Dadang menuturkan, BPR BKK yang sahamnya milik pemprov dan kabupaten ini memiliki kontribusi besar dalam pembangunan. Karena itu, deviden yang dihasilkan bisa dimanfaatkan langsung untuk pembangunan infrastruktur ekonomi masyarakat. “BKK se Jateng pada triwulan akhir ini mampu menghimpun dana Rp 7,25 triliun yakni Rp 5,73 triliun diantaranya adalah dana masyarakat. Sedangkan, untuk penyaluran kredit usaha mencapai Rp 5,93 triliun,” katanya. Dia mengatakan, 70 persen lebih dana kredit usaha itu bisa membantu pengembangan usaha produktif untuk para pengusaha di Jateng. (hib/zal)