Harga Rumah Segera Naik

269

SEMARANG – Para pengembang perumahan di Kota Semarang memastikan, harga properti akan segera naik dalam waktu dekat ini. Kondisi tersebut terjadi seiring efek dari nilai tukar rupiah, isu kenaikan BBM, dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) yang naik.

Wakil Ketua DPD REI Jateng Bidang Promosi dan Publikasi, Dibya K. Hidayat mengatakan, meski saat ini harga-harga bahan bangunan sudah mulai naik, tapi para pengembang masih cenderung ‘wait and see’ untuk menaikkan harga. Pasalnya, jika harga sudah dinaikkan, maka tidak mungkin untuk turun lagi. “Jadi, saat ini pengembang properti masih mengkalkulasi formulasi kenaikan harganya terlebih dahulu, sambil melihat perkembangan ekonomi,” katanya, di sela Penutupan REI Expo 9/2014, kemarin.

Menurut Dibya, kenaikan harga properti atau perumahan dipastikan akan naik di awal tahun nanti. Setidaknya, kenaikan harga akan berada di kisaran 15-20% dari harga yang berlaku saat ini. “Bagi yang berniat membeli rumah, kalau sudah ada dana tersedia, lebih baik langsung saja melakukan transaksi. Kalau mesti bunggu beberapa bulan saja harga sudah akan naik,” ungkapnya.

Dibya menuturkan, dari kenaikan harga rumah nanti, yang akan paling terasa dampaknya pada segmen menengah bawah. Sedangkan segmen menengah atas cenderung stagnan karena biasanya menjadikan properti sebagai investasi. “Segmen menengah atas biasanya membeli rumah untuk investasi saja, karena sebelumnya sudah ada rumah tinggal. Nanti yang terasa dampaknya segmen menengah bawah yang benar-benar membutuhkan rumah sebagai tempat tinggalnya,” terangnya.

Ditambahkan, saat ini kebutuhan rumah untuk kelas menengah ke bawah bisa mencapai 70 persen dari total pasar, dan 30 persen pada kelas menengah atas. Perhitungan tersebut belum termasuk pasar dan kebutuhan rumah sederhana yang dibiayai oleh Fasilitas Likuiditas Pembayaran Perumahan (FLPP). “Kalau FLPP sendiri kebutuhannya sangat tinggi untuk kelas bawah. Bahkan, di tahun 2014 ini saja pengembang perumahan di Jateng baru mampu mencukup 3.000-4.000 unit rumah saja dari total kebutuhan pasar,” imbuhnya.

Sementara, pada REI Expo 9/2014 yang digelar di Mall Paragon mulai 29 Oktober – 9 November 2014 berhasil dibukukan transaksi 69 unit rumah. Dalam pameran tersebut hanya diikuti oleh 17 pengembang perumahan kelas menengah atas. “Hasil pameran ini setidaknya sudah memenuhi target panitia, karena mempertimbangkan juga dengan kondisi perekonomian saat ini, serta suku bunga juga masih belum turun,” tandasnya. (aln/jpnn/smu)