Korban Mantan Karyawati Roti Swiss

853
ADITYO DWI/RADAR SEMARANG
ADITYO DWI/RADAR SEMARANG
ADITYO DWI/RADAR SEMARANG

KALIWIRU – Identitas perempuan yang ditemukan tewas mengenaskan di hutan wisata Tinjomoyo, Sukorejo, Gunungpati, Semarang, Selasa (11/11) lalu, akhirnya terkuak. Korban diketahui bernama Dian Dwi Puryani, 30, warga Jalan Kaliwiru II No 45, Kelurahan Kaliwiru, Kecamatan Candisari, Semarang. Terungkapnya identitas korban berdasarkan penyelidikan tim Inafis Polrestabes Semarang.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Djihartono mengatakan, pihaknya telah memastikan korban bernama Dian Dwi Puryani. Identitas korban diketahui berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan identifikasi melalui sidik jarinya.

”Sidik jari tersebut setelah dilakukan proses menggunakan alat khusus, munculah nama dan alamat lengkap korban. Data tersebut muncul karena korban telah terdaftar menggunakan e-KTP,” jelas Djihartono kepada Radar Semarang.

Begitu mendapat kepastian identitas korban, kemarin (12/11) sejumlah anggota Reskrim Polrestabes Semarang mendatangi rumah Dian di Jalan Kaliwiru II No 45. Kedatangan petugas untuk memastikan identitas mayat wanita tersebut adalah Dian.

Petugas menunjukkan foto mayat korban kepada keluarga dan kerabat Dian. Sejumlah kerabat di rumah tersebut tak percaya bahwa mayat wanita korban pembunuhan yang ditemukan di hutan wisata Tinjomoyo tersebut adalah Dian Dwi Puryani. ”Benar, dia saudara kami,” kata Susi, 30, salah seorang saudara korban di rumah duka.

Menurut Susi, Dian tidak pulang sejak Sabtu (8/11) lalu. Namun tidak diketahui ke mana tujuan kepergian korban. Pihak keluarga memang mengakui Dian belakangan ini mengalami tekanan mental setelah bercerai dengan suaminya, Lilik, 33, kurang lebih dua tahun lalu. Terlebih, belakangan Dian diketahui terkena PHK dari tempat bekerja di toko roti Swiss Kaliwiru.

”Saya benar-benar kaget saat dilihatin foto oleh pak polisi sekitar pukul 10.00 (kemarin, Red),” ucapnya.

Dijelaskan, Dian telah pisah ranjang dengan suaminya kurang lebih sejak 2 tahun lalu. Ia tinggal bersama dua anaknya, berusia 7 tahun dan 2,5 tahun. ”Dua anaknya masih kecil, nggak tahu nanti bagaimana nasib keduanya,” ujarnya sambil terisak.

Kemarin, sejumlah sanak saudara dan para tetangga korban berkumpul untuk bergotong royong mendirikan tenda menunggu kedatangan jenazah korban. Namun demikian, hingga kemarin siang, jenazah korban belum bisa dibawa pulang ke rumah duka. Hal itu dikarenakan masih menunggu proses otopsi yang dilakukan tim dokter RSUP dr Kariadi.

Kapolrestabes Semarang Kombes Djihartono menambahkan, saksi yang telah diperiksa adalah penemu mayat kali pertama, yakni Rahmat, 22, seorang pencari rumput warga Tinjomoyo RT 4 RW 8 Sukorejo, Gunungpati, Semarang. Selain itu, juga dua orang dari pihak keluarga korban, yakni ibu korban, Jumini dan bibi korban (adik dari ibu), Anik.

“Berikutnya nanti suami korban yang sudah pisah ranjang, juga tidak menutup kemungkinan kami periksa,” katanya.

Hasil pemeriksaan fisik dari dokter menyebutkan ada luka di sejumlah tubuh korban. Di antaranya memar di bagian wajah. ”Secara fisik ada tulang rusuk patah, dan tulang leher patah. Meski demikian, kami masih menunggu hasil otopsi,” kata Djihartono.

Pihaknya belum bisa memastikan di mana lokasi awal pelaku melakukan pembunuhan sadis tersebut. ”Bisa dilakukan di lokasi tersebut, bisa juga di tempat lain. Masih kami kembangkan,” ujarnya.

Seperti diberitakan Radar Semarang kemarin (12/11), seorang wanita muda yang belum diketahui identitasnya menjadi korban pembunuhan sadis. Wanita yang diperkirakan berusia 30 tahun itu diduga diperkosa, lalu dibunuh dengan cara leher dijerat bra. Jenazah korban ditemukan di tengah hutan wisata Tinjomoyo RT 1 RW 8 Kelurahan Sukorejo, Gunungpati, Semarang. Tubuh korban telentang dalam kondisi setengah bugil. Kedua tangannya diikat menggunakan tali rambut di depan kemaluannya.

Sedangkan leher wanita tersebut terjerat bra, serta mulutnya disumpal menggunakan celana dalam wanita. Selain itu, di sekitar kemaluannya bersimbah darah. Diduga korban tengah menstruasi, karena di dekatnya ditemukan pembalut. Sementara celana jins milik korban terlepas di sampingnya. Korban masih mengenakan kaus warna cokelat yang tersingkap. (mg5/aro/ce1)