Kualitas Proyek APBD Jelek

401

“Kami mengambil sampel pembangunan di 10 titik. Hasilnya sangat memprihatinkan karena hanya ada satu yang memenuhi standar,” Sekretaris Komisi C DPRD Kota Salatiga Joko Setyawan.

SALATIGA – Komisi C DPRD Kota Salatiga menilai kualitas pembangunan sejumlah proyek yang sedang berjalan saat ini jelek. Kalangan dewan menemukan pembangunan dengan material yang tidak sesuai serta proses pembangunan yang kurang tepat. Dari hasil pantauan dewan di 10 titik pembangunan, hanya satu proyek yang sesuai standar.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Komisi C DPRD Kota Salatiga Joko Setyawan kepada wartawan usai sidak ke sejumlah proyek, kemarin (12/11) siang. “Kami mengambil sampel pembangunan di 10 titik. Hasilnya sangat memprihatinkan karena hanya ada satu yang memenuhi standar,” tegas Setyawan didampingi seluruh anggota komisi C lainnya.

Salah satu yang disoroti adalah pembangunan talud di jalan menuju perumahan Mutiara, Tingkir. Di proyek tersebut, legislatif mendapati campuran adukan semen dan pasir adalah 1 banding 10. Padahal campuran maksimal adalah 1 banding 5. “Bagaimana bisa terbangun bagus jika seperti ini,” tandasnya. Kalangan dewan pun tidak hanya meninjau tetapi juga mengambil sampel material.

Anggota komisi C lainnya, Moch Safii menambahkan, pihaknya juga menemukan ada rekanan yang membangun dengan menggunakan batu bekas galian. Bukan batu yang diajukan dalam rencana anggaran belanja (RAB) proyek. “Selain itu, hampir semua rekanan tidak menggunakan papan nama, alasannya takut dengan LSM,” jelas Safii.

Disisi lain, mereka juga menyatakan bangga dengan pembangunan talut di Kauman Kidul, tepatnya depan kelurahan Pabelan. Pasalnya, pembangunan tersebut dinilai sudah memenuhi standar dan bagus. “Kita akan obyektif, kalau bagus akan kita apresiasi,” imbuh Sarmin, anggota komisi C lainnya memaparkan tentang pembangunan tersebut.

Bahkan Kepala Dinas Bina Marga Agung Hendratmiko yang ikut dalam sidak tersebut mengakui kekurangan tersebut. “Kepala dinas juga mengakui jika ada kekurangan dalam pembangunan tersebut. Dinas akan meminta rekanan untuk memperbaiki kualitas pekerjaannya atau diputus kontraknya,” tandasnya.

Terpisah Kabag Humas Setda Adi Setiarso menuturkan, pemkot akan langsung menegur dan memberikan sangsi kepada rekanan yang melaksanakan proyek tidak sesuai spek. “Kita akan blacklist dan kemungkinan bisa ke ranah hukum karena semua telah ada standarnya masing – masing,” jelas Adi Setiarso. (sas/zal)