Minim Anggaran, 11 Pasar Mangkrak

353

KENDAL—Sebanyak 11 pasar tradisional di Kendal kondisinya sangat memprihatinkan. bahkan menjelang musim penghujan, banyak atap bocor sehingga mengancam pedagang untuk mengais rejeki karena warga enggan belanja ke pasar tradisional. Minimnya anggaran membuat pemkab kesulitan melakukan pengelolaan.

Selain atap bocor, sarana dan prasarana lain juga tidak memadai, seperti toilet umum, lahan parkir, tempat ibadah, penataan lapak dan los yang tidak tertata rapi mengakibatkan kesan pasar menjadikan kumuh. Apalagi sampah banyak berceceran dimana.

Salah seorang warga, Muamaroh, 30, saat berkunjung di pasar Kaliwungu mengaku jika kondisi pasar sumpek karena penataan pedagang yang tidak teratur. Banyak para pedagang yang menjual barang dagangannya hingga ke badan jalan atau batas yang lapak yang telah ditentukan. Hasilnya, jalan bagi pengunjung pasar semakin sempit.“Selain itu, banyak atap yang sudah bocor sehingga kalau hujan pasar jadi becek. Jadi warga mau berbelanja juga males karena kondisi pasar yang memang sudah tidak memadai,” keluhnya, Rabu (12/11).

Hal senada dikatakan Sudaryanto, pedagang sembako di Pasar Gladak Kaliwungu. Ia juga mengeluhkan kondisi pasar yang kian memprihatinkan. “Harapan kami pasar segera diperbaiki agar pedagang dan pembeli sama-sama dienakkan,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Kendal Widya Kandi Susanti mengatakan pihaknya telah mengajukan anggaran untuk perbaikan pasar tradisional di Kendal. Rencananya ada lima pasar, yakni pasar Sukorejo, Pasar Weleri, Pasar Kaliwungu, Pasar Cepiring dan Pasar Rowosari. “Sudah kami ajukan ke pusat, harapannya 2015 mendatang bisa turun secepatnya. Sehingga pasar-pasar tradisional sebagai penopang ekomoni kerakyatan bisa segera dipugar,” timpalnya.

Ia mengaku memang anggaran dari APBD Kendal sendiri untuk perbaikan pasar masih sangat minim. Makanya saat ini yang menjadi harapan untuk perbaikan pasar hanya bergantung dari APBN saja. “Dari lima pasar yang akan kami perbaiki tentu saja tidak bisa sekaligus alias bertahap,” tambahnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kendal Sukron Samsul Hadi mengakui di Kendal sendiri ada 11 pasar tradisional yang dikelola pemkab, kondisinya sudah memprihatinkan dan butuh pemugaran.

Selain bergantung dari dana APBN, pihaknya mengaku sudah mengupayakan agar pasar dikelola pihak ketiga, sehingga bisa maksimal. Tapi sampai saat ini, kesulitan untuk mencari investor. “Tidak ada investor yang mau menanamkan sahamnya di Kendal terutama pasar tradisional,”paparnya. (bud/zal)