Pembangunan Prasasti Plumpungan Tak Jelas

307

SALATIGA – Rencana pemugaran lokasi prasasti Plumpungan seluas 3.300 meter hingga kini masih belum ada kejelasan. Padahal hingga saat ini, Pemkot Salatiga sudah mengeluarkan dana Rp 1,8 miliar untuk pembebasan lahan di desa Plumpungan, Kelurahan Kauman Kidul, Kecamatan Sidorejo.

Hartoyo, 60, penjaga lokasi prasasti mengatakan, tanah dibeli oleh Pemkot Salatiga secara bertahap. Pertama lokasi milik Jainul (ayah Hartoyo) seluas 900 meter, kemudian 2.000 meter dan 400 meter. “Rencana yang saya tahu, akan dibangun joglo – joglo. Patung – patung yang berada di dalam rumah, akan di buatkan bangunan seperti joglo. Sementara tanah dua ribu meter akan dikeruk,” jelasnya saat ditemui wartawan.

Hartoyo menambahkan, pemborong bangunan kemarin sudah menujukkan rencana gambar yang sudah jadi kepada dirinya. “Gambar joglonya sudah jadi. Namun katanya masih menunggu uang pemkot,” jelas dia.

Sementara itu, Agus Rahmadi, 43, Warga Plumpungan mengharapkan pemerintah segera membangun situs bersejarah milik Kota Salatiga itu. “Kalau saya pribadi, sangat ingin segera dibangun. Soalnya dapat menambah perkembangan perekonomian daerah sini. Tapi jangan cuma bangun saja. Tapi harus ada promosi, agar lokasi plumpungan ini selalu ramai,” harap Agus.

Sementara itu dalam pantauan, tempat lokasi masih kurang terurus. Plumpungan yang seharusnya jadi ikon Salatiga, tidak mencerminkan seperti cagar budaya. Lokasi sering digunakan warga untuk menitipkan batu dan pasir. Padahal banyak juga wisatawan dari luar kota yang berkunjung. Dari buku daftar hadir yang ada, tercantum nama pengunjung dari Solo, Jakarta, Yogyakarta.(mg14/sas/zal)