Pengundian Lapak Disoal Pedagang

307

SEMARANG – Pengundian lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) Batan pada Rabu (12/11) kemarin, untuk bisa menempati shelter PKL Jalan Batan Selatan, dipersoalkan pedagang. Pasalnya, ada pedagang yang mengaku tidak mendapatkan kupon undian.

Pedagang mi ayam, Muhammad Yadi mengatakan bahwa dirinya belum mendapatkan kupon saat dilakukan pengundian tempat. Padahal, namanya sudah terdata dalam PKL tersebut. ”Saya belum dapat tempat. Padahal nama saya sudah dicatat. Saya juga jualan di sini sejak tahun 1990-an,” ungkapnya kepada Radar Semarang, Rabu, (12/11) kemarin.

Yadi mengakui tidak tahu persis alasannya. Hanya saja, dirinya mengusulkan kepada pihak kelurahan yang melakukan pengundian tempat, supaya memberikan haknya menempati shelter tersebut.

”Harusnya pembagian dilakukan secara adil. Saya juga tidak tahu, mungkin data di kelurahan hilang atau bagaimana. Tapi saya dengar, masih dibahas lagi,” harapnya.

Hal yang sama diungkapkan pemilik usaha cucian motor. Meski dirinya mendapat tempat, namun tidak bisa melanjutkan usahanya. Pasalnya, shelter tersebut dijadikan tempat kuliner saja. ”Mau tidak mau ya harus buka warungan. Sebenarnya ya keberatan. Kalau warungan menurut saya terlalu ribet harus ada tukang masaknya,” keluhnya.

Pedagang makanan, Rohayani mengakui belum tahu kapan pastinya shelter PKL tersebut bisa ditempati. ”Sebelumnya, lapak saya di sini. Namun setelah diundi, saya mendapat tempat nomor 42. Ya tidak apa-apa, yang penting dapat tempat dan bisa berjualan di sini,” terangnya.

Menurutnya, lapak tersebut masih belum ada fasilitas air bersih dan penerangan. Nantinya tempat tersebut juga akan difasilitasi dan akan diserasikan. ”Nantinya akan difasilitasi meja kursi dan diserasikan,” tuturnya.

Sementara, Kepala Dinas Pasar Kota Semarang, Trijoto Sardjoko mengatakan bahwa tempat tersebut sudah bisa ditempati pedagang. Saat ini, pihaknya tengah mengupayakan fasilitas kebutuhan pedagang.

”Sambil jalan, pedagang sudah bisa beraktivitas. Kami juga sudah berkoordinasi dengan PDAM supaya ada aliran air bersih. Terkait penerangan, kami masih menunggu peresmian. Nantinya berbagai fasiltas diberikan kepada pedagang,” katanya.

Menanggapi belum adanya pedagang yang belum bisa masuk ke shelter, pihaknya menegaskan semuanya sudah didata dengan jumlah 60 pedagang. ”Waktu pedagang saya undang ke kantos Dinas Pasar, ada pedagang yang mengaku berjualan di tempat tersebut. Padahal dia tidak terdaftar dalam kelompok PKL Batan,” pungkasnya. (mg9/ida/ce1)