141 Anjal Disidang Tipiring

378
PEKAT: Sejumlah anjal yang terjaring razia dibawa ke Pengadilan Negeri Salatiga untuk ditindak Tipiring. (DHINAR SASONGKO/RADAR SEMARANG)
PEKAT: Sejumlah anjal yang terjaring razia dibawa ke Pengadilan Negeri Salatiga untuk ditindak Tipiring. (DHINAR SASONGKO/RADAR SEMARANG)
PEKAT: Sejumlah anjal yang terjaring razia dibawa ke Pengadilan Negeri Salatiga untuk ditindak Tipiring. (DHINAR SASONGKO/RADAR SEMARANG)

SALATIGA – Sedikitnya 141 anak jalanan (anjal) telah dikenai tindak pidana ringan (tipiring) ke Pengadilan Negeri (PN) Salatiga. Mereka yang terjerat tipiring kebanyakan para pengamen yang biasa mangkal di perempatan – perempatan jalan di kota Salatiga. Sanksinya, mulai denda hingga pidana penjara.

Kaurbinops Sabara Polres Salatiga Ipda Sunarto menuturkan, pihaknya terus melakukan upaya penertiban jalan – jalan di kota Salatiga. Utamanya di jalan – jalan yang membahayakan, bagi pengguna jalan maupun untuk para pengamen tersebut.“Kita sudah mendapatkan banyak sekali keluhan mengenai banyaknya pengamen di jalan. Biasanya keluhan yang masuk adalah pengamen di perempatan yang ada di Jalan Lingkar Salatiga (JLS),” terang Sunarto saat ditemui di Pengadilan Negeri, kemarin siang.

Sunarto menjelaskan, dari pengakuan para pengamen, di jalur JLS memang mendapatkan hasil yang lumayan sehingga para anak jalanan itu jika telah diciduk terus kembali mengamen di jalanan. “Dalam lima jam, mereka sudah mendapatkan uang Rp 97 ribu,” jelas Sunarto.

Sementara itu, Anto, 17, warga Krajan, salah satu anak jalanan yang di ajukan sidang Tipiring, mengaku dirinya baru dua minggu terjun menjadi pengamen jalanan. Ia mengaku terpaksa mengamen karena harus memenuhi kebutuhan keluarga. “Ayah dipecat dari perusahaan dan ibu sakit. Saya dan kakak mengamen untuk membiayai keluarga dan uang saku adik,” terang Anto. (sas/zal)