Jateng Park Terkendala Investor

345
BANGUN WISATA TERPADU: Gubernur Ganjar dan Ketua DPRD Jateng, Rukma Setyabudi dalam focus group discussion (FGD) di gedung pertemuan Perhutani Unit I Semarang yang diadakan Kelompok Diskusi Wartawan (KDW) bekerja sama dengan Pemprov Jateng, Kamis (13/11) kemarin. (IDA/RADAR SEMARANG)
 BANGUN WISATA TERPADU: Gubernur Ganjar dan Ketua DPRD Jateng, Rukma Setyabudi dalam focus group discussion (FGD) di gedung pertemuan Perhutani Unit I Semarang yang diadakan Kelompok Diskusi Wartawan (KDW) bekerja sama dengan Pemprov Jateng, Kamis (13/11) kemarin. (IDA/RADAR SEMARANG)

BANGUN WISATA TERPADU: Gubernur Ganjar dan Ketua DPRD Jateng, Rukma Setyabudi dalam focus group discussion (FGD) di gedung pertemuan Perhutani Unit I Semarang yang diadakan Kelompok Diskusi Wartawan (KDW) bekerja sama dengan Pemprov Jateng, Kamis (13/11) kemarin. (IDA/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Proyek wisata Jateng Park di kawasan Wana Wisata Penggaron, Kabupaten Semarang sempat mati suri. Karena itulah, Gubernur Ganjar Pranowo bertekad menyulap lokasi tersebut menjadi one stop destination di Jawa Tengah.

Hal tersebut mengemuka dalam focus group discussion (FGD) di gedung pertemuan Perhutani Unit I Semarang, yang diadakan Kelompok Diskusi Wartawan (KDW) bekerja sama dengan Pemprov Jateng, Kamis (13/11) kemarin.

”Untuk mewujudkan tempat wisata terpadu tersebut, Pemprov Jateng akan mengembangkan infrastruktur di Jateng,” kata Gubernur Ganjar.

Pihaknya kini masih menyelesaikan pengembangan Bandara Ahmad Yani Semarang, pengembangan Pelabuhan Tanjung Emas dan pembangunan jalan tol Semarang-Solo. ”Destinasi wisata ini tidak akan bisa maksimal, ketika infrastruktur masih buruk. Jika semua ini rampung, maka akan banyak investor yang masuk. Makanya, destiniasi wisata baru ini perlu diperhatikan lebih serius,” katanya.

Ganjar berjanji akan membuka sudetan jalan tol Semarang-Solo yang bisa mengakses secara langsung menuju objek wisata Jateng Park. Jika nanti benar ada investor yang tertarik untuk pembangunan, maka destinasi wisata itu akan menjadi primadona baru bagi masyarakat Jateng.

”Destinasi wisata ini merupakan sektor yang tidak akan habis, meski dieksploitasi secara maksimal. Selain itu, akan menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) yang menjanjikan,” imbuhnya.

Kendati begitu, ia mengaku, tidak mudah untuk merealisasikan pembangunan Jateng Park tersebut. Di antaranya adalah masalah kawasan atau lahan serta investor yang belum ada. Ganjar menegaskan akan membantu mempermudah proses perizinan pembangunan destinasi wisata tersebut. ”Soal perizinan, dalam pemerintahan Jokowi ini jauh lebih mudah. Jika diperlukan, izin kawasan bisa dikeluarkan dalam satu malam,” tambahnya.

Sedangkan Direktur Usaha Non Kayu Perum Perhutani, Muhammad Subagyo mengatakan bahwa lahan yang dimiliki Perhutani di lokasi tersebut sekitar 500 hektare. Saat ini, masih berstatus sebagai wahana wisata yang terletak di Desa Susukan, Kecamatan Ungaran, Kabupaten Semarang. Dari lahan itu, 271 hektare di antaranya berupa wahana wisata.

”Perhutani menyediakan lahan untuk pembangungan lahan wisata. Tapi untuk merealisasikannya harus ada kerja sama dengan investor, pemerintah dan Perhutani. Harus ada MoU dan perencanaan yang matang, agar bisa dikelola lebih dari 5 tahun,” katanya. (fth/ida/ce1)