Santuni 500 Fakir Miskin – Yatim Piatu

444
BERI SANTUNAN : Kepala Kemenag Demak H Moh Thobiq didampingi Ketua Bazda Demak Eko Pringgolaksito dan Ali Sugianto, serta jajaran pengelola UPZ Kemenag memberikan santunan kepada anak yatim piatu, kemarin. (Wahib pribadi/radar semarang)
 BERI SANTUNAN : Kepala Kemenag Demak H Moh Thobiq didampingi Ketua Bazda Demak Eko Pringgolaksito dan Ali Sugianto, serta jajaran pengelola UPZ Kemenag memberikan santunan kepada anak yatim piatu, kemarin. (Wahib pribadi/radar semarang)

BERI SANTUNAN : Kepala Kemenag Demak H Moh Thobiq didampingi Ketua Bazda Demak Eko Pringgolaksito dan Ali Sugianto, serta jajaran pengelola UPZ Kemenag memberikan santunan kepada anak yatim piatu, kemarin. (Wahib pribadi/radar semarang)

DEMAK – Unit Pengumpul Zakat Kementerian Agama (UPZ Kemenag) bersama Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) Demak menyalurkan santunan pada 500 keluarga fakir miskin yang anak-anaknya berstatus yatim piatu. Ini dilakukan dalam semester tiga atau kwartal terakhir ini.

Sekretaris Distribusi Pentasarufan UPZ, Ali Mustofa mengatakan, selain untuk yatim piatu, pihaknya juga telah menyalurkan dana sebesar Rp 15 juta dari Baznas Provinsi Jateng ke desa binaan di Dukuh Bomo, Desa Pamongan, Kecamatan Guntur. “Untuk di desa ini di bantu kambing,” terangnya di sela santunan di Kantor Kemenag Demak, Jalan Bhayangkara, Kota Demak, kemarin.

Ali Sugianto dari UPZ Kemenag menambahkan, penyaluran zakat yang di himpun dari kalangan PNS Kemenag tersebut sesuai Inpres Nomor 3 Tahun 2014 tentang zakat. Ini dilakukan untuk mengurai problem sosial di masyarakat. Ali mengatakan, di antara anak yatim piatu yang di undang adalah anak Budi Utomo, korban tewas ambruknya jembatan Perpustakaan Nasional di Jakarta beberapa waktu lalu.

Yakni, Nafisah Yulia Ramadan usia 16 tahun, warga Desa Mangunrejo, Kecamatan Kebonagung. “Anak tersebut kita berikan santunan juga,” ujarnya. Kepala Kemenag Demak, H Moh Thobiq mengatakan, para yatim piatu yang diberikan santunan tersebut sebelumnya dikoordinasikan oleh pihak Kantor Urusan Agama (KUA) di 14 kecamatan. Menurutnya, dana UPZ untuk santunan tersebut senilai Rp 60 juta. Sedangkan, untuk seremonial kegiatan diambilkan dari dana operasional. “Masing-masing yatim piatu ini dapat uang tunai Rp 150 ribu,” jelasnya.

Menurutnya, Islam adalah agama yang kaffah dan mengatur adanya keteraturan kehidupan sosial. Artinya, mereka yang secara ekonomi tidak mampu perlu di bantu oleh orang yang mampu atau pemerintah melalui mekanisme zakat, infaq, sedekah, dan lainnya. “Adanya undang-undang tentang zakat memberikan peluang bagi kita untuk membantu dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” imbuh dia.

Ketua Bazda Demak, Eko Pringgolaksito mengungkapkan, santunan seperti itu sebagai bentuk akuntabilitas bagi masyarakat terkait pengelolaan zakat di lingkungan PNS. “Kita dorong terus supaya bisa disalurkan sesuai aturan yang berlaku. Sejauh ini dana dari PNS yang kita himpun melalui zakat mencapai sekitar Rp 177 juta,” katanya. (hib/ric)