Sistem Outsourcing Untungkan Pengusaha

361

SEMARANG – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah menolak penghapusan sistem kerja kontrak atau outsourcing. Sistem outsourcing, menurut Apindo harus tetap tetap dilegalkan karena bagi pengusaha akan meringankan beban perusahaan.

Ketua Apindo Jateng Frans Kongi mengatakan, sistem kerja kontrak juga memudahkan perusahaan untuk memilih karyawan yang memiliki kepribadian baik. “Artinya adalah kami bisa mencari pekerja yang patuh pada aturan perusahaan,” katanya.

Dengan sistem kontrak, lanjut dia, jika ada pekerja yang merugikan peruahaan, maka perusahaan bisa meminta ganti rugi kepada penyedia jasa pekerja kontrak yang menyalurkan. Selain itu dari sisi produktivitas, jika pekerja sistem outsourcing tidak bisa memenuhi target maka perusahaan bisa mengganti pekerja tersebut dengan yang baru tanpa harus memberikan uang pesangon kepada terhadap pekerja sebelumnya. “Selama ini kami kesulitan dalam bersikap jika terjadi masalah pada pekerja yang tidak dari sistem kontrak. Padahal kami yang dirugikan, namun prosedur pemutusan hubungan kerja kami harus memberikan pesangon,” tandasnya.

Frans menambahkan, jika pemerintah menghapuskan sistem kerja kontrak, maka harus memberikan opsi jalan keluar bagi para pengusaha. “Artinya pemerintah harus meninjau ulang apa yang harus dipertimbangkan, jadi tidak ada yang dirugikan dari keputusan itu,” ujarnya. Selain itu, besaran pesangon untuk tenaga kerja pun juga harus dipertimbangkan lantaran jika pesangon terlalu besar akan memberatkan para pengusaha. (den/smu)