15 Kali Lobi, Sepakat Damai

330

GEDUNG BERLIAN – Konflik pengisian alat kelengkapan dewan (AKD) DPRD Jateng, selesai sudah. Melunaknya sikap Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dan Koalisi Merah Putih (KMP) ditandai dengan paripurna penetapan AKD, Jumat (14/11) kemarin. Kendati begitu, hanya ada 8 perubahan dalam struktur AKD.

Menurut sumber Radar Semarang, proses penyelesaian konflik tersebut cukup alot. Sejak empat fraksi dari KMP, yang terdiri atas Fraksi Gerindra, Fraksi PKS, Fraksi PAN dan Fraksi Golkar memutuskan walk out dalam paripurna pembentukan AKD pada 22 Oktober lalu, butuh 15 kali untuk menemukan kesepakatan dengan KIH.

Puncaknya, Selasa (11/11) kemarin, kubu KMP dan KIH melakukan pertemuan terkait alat kelengkapan dewan. Pertemuan dilakukan di kantor, rumah pimpinan dewan, sampai di rumah makan. ”Ya pertemuan pimpinan fraksi dengan pimpinan dewan untuk pengisian alat kelengkapan dewan sampai 15 kali,” kata anggota DPRD Jateng, Sriyanto Saputro.

Politisi Fraksi Gerindra ini mengaku lega dengan adanya kesepakatan kedua belah pihak. Bahkan, pimpinan dewan mencabut keputusan susunan alat kelengkapan dewan, karena sebelumnya tatib belum disahkan.

”Kengototan empat fraksi, hanya ingin meluruskan tatib. Tidak ada niatan untuk berselisih, apalagi berkonflik di internal dewan. Apalagi ingin mendapat jatah kursi. Sekarang bukan masalah puas dan tidak puas. Karena ini sudah menjadi keputusan, jadi semua harus legawa,” tambah anggota Komisi A tersebut.

Ketua DPRD Jawa Tengah, Rukma Setyabudi mengatakan bahwa dengan keputusan itu, otomatis tidak ada kubu-kubuan. Dewan langsung tancap gas, untuk menggelar badan musyawarah (bamus) dalam merancang agenda dewan. ”Kami senang, semua sudah sepakat dan kerja bareng. Semua keinginan fraksi terakomodasi, tidak ada yang ditinggalkan,” katanya.

Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, setelah alat kelengkapan dewan rampung, dewan harus tancap gas. Banyak agenda dewan yang penting, yakni pembahasan RAPBD 2015.

”Kami akan bekerja cepat untuk merampungkan berbagai agenda dewan yang sempat terbengkalai. Kami akan kerja siang-malam. Sekarang fokus untuk pembahasan RAPBD 2015. Targetnya rampung 27 November mendatang,” tambahnya. (fth/ida/ce1)