Bantah Tarikan Uang dari Pedagang

428
Eko Pringgolaksito. (Wahib pribadi/radar semarang)
 Eko Pringgolaksito. (Wahib pribadi/radar semarang)

Eko Pringgolaksito. (Wahib pribadi/radar semarang)

DEMAK- Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Demak membantah adanya penarikan uang Rp 200 ribu dari pedagang Pasar Mranggen yang hendak di relokasi.

Kepala Disperindagkop Eko Pringgolaksito menegaskan, yang benar pihaknya justru menawarkan asbes bekas milik Disperindag untuk bisa dimanfaatkan pedagang yang lapak-lapaknya berpotensi bocor saat datang musim hujan. Itu disampaikan melalui Paguyuban Pedagang Pasar Mranggen (P3M) jauh hari sebelumnya. Menurutnya, semula P3M hendak mencarikan alternatif bagi pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berjualan di luar pagar Pasar Mranggen. Daripada P3M kesulitan, maka Disperindag menawarkan asbes yang dapat digunakan untuk kondisi darurat namun tidak menambah beban pedagang tersebut. Ini, dengan pertimbangan daripada asbes nganggur tidak terpakai.

“Sebetulnya, P3M yang punya inisiatif membantu PKL di luar pagar itu. Kita hanya mau membantu penataannya tapi tidak menambah beban proyek dan pedagang. Itu saja. Jadi, tidak ada tarikan uang. Kita pun kaget dengan informasi itu,” ungkap Eko didampingi Kabid Pasar, Sokib saat ditemui dikantornya, kemarin.

Sementara itu, Eko menambahkan, pekan ini pihak kontraktor segera mamasang pagar keliling Pasar Mranggen yang mau di bangun, termasuk pemasangan beton untuk menahan posisi tiang pancang supaya tidak bergeser dari tempatnya. “Kita juga menunggu jadwal lelang aset Pasar Mranggen,” katanya. (hib/ric)