Jaga Sungai, Perlu Partisipasi Aktif Warga

330
GERAKAN CABUT PAKU: Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi dan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo melakukan cabut paku dalam memperingati HUT Korpri ke-43, Jumat (14/11) kemarin. (IST/RADAR SEMARANG)
 GERAKAN CABUT PAKU: Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi dan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo melakukan cabut paku dalam memperingati HUT Korpri ke-43, Jumat (14/11) kemarin. (IST/RADAR SEMARANG)

GERAKAN CABUT PAKU: Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi dan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo melakukan cabut paku dalam memperingati HUT Korpri ke-43, Jumat (14/11) kemarin. (IST/RADAR SEMARANG)

BALAI KOTA – Gerakan resik-resik kali atau saluran mulai diintensifkan Pemkot Semarang, jelang musim hujan kali ini. Bahkan, Jumat (14/11) kemarin, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo turut hadir dalam kegiatan pemeliharaan lingkungan tersebut. Kali ini yang dibersihkan adalah Sungai Semarang Indah.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi juga turun langsung bersama masyarakat, jajaran SKPD, TNI/ Polri, PNS, pelajar, PKK, Pramuka, ormas, Satpol PP dan Linmas. Kegiatan tersebut sekaligus memperingati HUT Korpri ke-43. ”Ide yang berbeda dalam memperingati ulang tahun. Ini menunjukkan kegotongroyongan, pengabdian, respons dalam menghadapi datangnya musim penghujan,” kata Gubernur Ganjar sangat apresiatif dengan kegiatan tersebut.

Menurutnya, spirit kegotongroyongan harus terus dibangun. Dengan begitu, sungai-sungai yang ada semakin resik, bersih dan nyaman sehingga banjir akan diminimalisasi. ”Hujan yang beberapa kali telah turun di Kota Semarang, diharapkan dapat menjadi perhatian dan kesiagaan untuk senantiasa menjaga lingkungan,” tuturnya.

Apresiasi juga diberikan bagi seluruh warga atas partisipasi aktifnya dalam menyukseskan gerakan cabut paku. Gerakan ini mendapat banyak respons dan pengikut secara nasional. ”Lindungi lingkungan dan pohon di sekitar kita, mari tumbuhkan perikepohonan, jangan disakiti dan rawat baik-baik,” pesan gubernur.

Gubernur mengingatkan untuk tidak menempel spanduk di pohon dengan menggunakan paku, melainkan menggunakan tali yang harus dilepas setelah dipakai.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dalam kesempatan tersebut juga ikut terjun langsung resik-resik kali dan cabut paku yang ada di pohon. Menurutnya, resik-resik kali dan kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan perlu terus dilakukan sebagai bentuk menjaga lingkungan sekitar. ”Tak hanya di musim penghujan, tapi perlu terus dilakukan dan menjadi kegiatan rutin sebagai bentuk perilaku hidup bersih sehat,” pesan wali kota.

Hendi, sapaan akrabnya, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi pada warga Perumahan Semarang Indah yang berantusias dalam membantu membersihkan saluran dan sungai. Para warga sepakat untuk menjaga kebersihan saluran sungai secara rutin setiap tiga bulan sekali. (zal/ida/ce1)