Media Dituntut Peduli Bencana

360
 FGD: Gubernur Ganjar Pranowo dalam Focus Group Discussion (FGD) Peran Media Menghadapi Bencana yang digelar Forum Wartawan Peduli Bencana (Wapena) Jateng di Hotel Kesambi Hijau. (Adityo Dwi/Radar Semarang)

FGD: Gubernur Ganjar Pranowo dalam Focus Group Discussion (FGD) Peran Media Menghadapi Bencana yang digelar Forum Wartawan Peduli Bencana (Wapena) Jateng di Hotel Kesambi Hijau. (Adityo Dwi/Radar Semarang)

SEMARANG – Media berperan penting dalam mengantisipasi dan penanggulangan bencana. Namun sayang, sejauh ini media masih belum memperlihatkan perannya dalam penanganan masalah bencana.

”Media lebih banyak mengeksplor tulisan yang dramatis saat bencana. Korban yang merintih kesakitan dan menangis, justru yang dinilai bagus,” kata Dewan Pengarah Platform Nasional Penanggulan Risiko Bencana (Planas PRB), Parni Hadi dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Peran Media Menghadapi Bencana yang digelar Forum Wartawan Peduli Bencana (Wapena) Jateng di Hotel Kesambi Hijau.

Tokoh pers senior ini berharap agar wartawan bisa terlibat dalam tiap bencana. Tidak hanya menjadi pelapor, tapi harus menjadi pelopor, inisiator, mediator, serta sponsor. Artinya, wartawan harus terlibat dalam penanganan dan membantu korban bencana. Tidak sebatas menulis berita bencana. Kalaupun menulis, jangan sampai tidak menguasai materi, tidak akurat, serta tidak memberi harapan bagi masyarakat.

”Berita itu harus ada unsur mendidik (edukatif), menghibur (entertaining), mendampingi (advocating), mencerahkan (enlightening), dan memberdayakan (enpowering),” tambahnya.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo berharap, media berperan dalam penanggulangan bencana. Media jangan hanya mengekspos kengerian bencana, tapi harus berperan menyelesaikan bencana di Jawa Tengah. ”Teman wartawan harus bisa menginformasikan titik bencana secara akurat,” katanya.

Anggota DPRD Jawa Tengah, Sriyanto Saputro akan turut mem-back up media yang ikut terlibat dalam penanganan bencana di Jateng. Sebagai wakil rakyat, ia akan membantu sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat Jateng. Media harus mengampanyekan kesadaran bencana bagi masyarakat. ”Di Jepang kesadaran warga akan bencana sudah tinggi. Jadi bisa mengurangi angka korban bencana,” katanya. (fth/ida/ce1)