Pilkada Salatiga Diundur 2018

242

SALATIGA – Pelaksanaan pemilihan kepala daerah Kota Salatiga kemungkinan besar akan diundur tahun 2018 mendatang. Pengunduran dari jadwal seharusnya tahun 2016 menjadikan sejumlah implikasi, mulai dari penganggaran KPU, Panwaslu hingga plt wali kota–wakil wali kota selama dua tahun kekosongan jabatan.

Hal itu diungkapkan ketua Komisi A DPRD Kota Salatiga Dance Ishak Palit usai melakukan konsultasi ke Mendagri dan KPU Pusat. ”Kita sudah mendapatkan keterangan jika Pilkada setelah 2015 akan dilakukan serentak pada tahun 2018. Dan akan dilakukan secara langsung,” jelas Dance saat menghubungi Radar Semarang, kemarin siang.

Regulasi itu mengacu kepada Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2014 mengenai pemilihan gubernur, bupati dan wali kota. ”Nantinya tetap dilakukan pemilihan secara langsung tetapi serentak tahun 2018. Tetapi masih menunggu keputusan finalnya,” jelas Dance.

Sementara itu, ketua Komisi C DPRD Kota Salatiga, M. Kemat menambahkan, terkait mundurnya pelaksanaan Pilkada ini maka akan dikaji ulang mengenai pengajuan anggaran dana oleh KPU dan Panwaslu. Pasalnya, KPU telah mengajukan anggaran dengan alokasi sekitar Rp 9 miliar dan Panwaslu sekitar Rp 2 miliar. ”Ya mungkin tetap dianggarkan untuk belanja rutin. Tetapi untuk masuk ke masalah pelaksanaan Pilkada, akan dianggarkan dalam anggaran perubahan tahun 2014 mendatang. Tentunya sambil menunggu keputusan akhir tentang Perppu atau UU, jika pasti serentak 2018 maka alokasi akan diundur lagi,” jelas Kemat.

Sementara itu, untuk kabupaten kota yang pilkada 2015 tetap akan dilangsungkan tetapi serentak. Menurut Dance, kemungkinan pelaksanaan pilkada yang tahun 2015 akan dilakukan pada 11 November 2015.

Berdasarkan jadwal, Pilkada Kota Salatiga seharusnya digelar 2016. Pasangan Wali Kota Yuliyanto dan Wawali Muh Haris telah menjabat sejak tahun 2011 silam. (sas/zal/ce1)