Banyak Pengangguran dari Kalangan Terdidik

312
TENAGA KERJA: Sosialisasi peningkatan kinerja penyelarasan pendidikan dengan dunia usaha di ruang Bina Praja, pendopo Pemkab Demak. (Wahib pribadi/radar semarang)
 TENAGA KERJA: Sosialisasi peningkatan kinerja penyelarasan pendidikan dengan dunia usaha di ruang Bina Praja, pendopo Pemkab Demak. (Wahib pribadi/radar semarang)

TENAGA KERJA: Sosialisasi peningkatan kinerja penyelarasan pendidikan dengan dunia usaha di ruang Bina Praja, pendopo Pemkab Demak. (Wahib pribadi/radar semarang)

DEMAK-Tingkat pengangguran di Indonesia, termasuk di Demak, hingga kini tergolong masih tinggi. Bahkan, mereka yang menganggur justru banyak dari kalangan terdidik. Meski sudah mengantongi ijazah perguruan tinggi (PT), namun kaum terdidik ini masih kesulitan mengakses dunia kerja, utamanya di perusahaan.

Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (PAUDNI) Kementerian Pendidikan Dasar, Menengah dan Kebudayaan Muslih mengatakan, adanya pengangguran dari kaum terdidik ini tidak lepas dari faktor kompetensi yang dimiliki masih sangat rendah serta tidak sesuai dengan dunia usaha. Kondisi serupa juga dialami mereka yang sudah bekerja. Kompetensi mereka rendah akibatnya produktivitas juga rendah.

“Kalau tenaga kerja ini sesuai kompetensinya, mereka akan menikmati betul pekerjaannya itu dan dikerjakan hingga tuntas. Hasilnya pun berbeda dan jauh lebih baik dengan tenaga kerja yang tidak sesuai kompetensi,” katanya di sela seminar Peningkatan Kinerja Penyelarasan Pendidikan dengan Dunia Kerja di ruang Bina Praja.

Muslih memberikan contoh, tenaga cleaning service yang bekerja di hotel bintang lima dengan cleaning service di hotel lain atau perkantoran hasilnya berbeda sekali. “Pernah suatu ketika saya ingin membuktikan hasil kerja cleaning service di hotel bintang lima ternyata lebih baik. Setiap ruangan betul-betul bersih dibandingkan dengan tempat lain. Ini karena pekerja itu memang sesuai kompetensinya,” katanya.

Karena itu, kata dia, perlu adanya penyelarasan antara pendidikan yang kompeten dengan dunia kerja yang ada. “Kompetensi dibangun dari pendidikan,” imbuhnya.

Direktur Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Belva, Sulikah mengatakan, banyak LKP di Demak yang siap memasok tenaga kerja terampil untuk dunia usaha. “Kami sudah banyak mendidik dan membekali para tenaga kerja ini dengan keterampilan yang memadai. Tapi, dalam dunia usaha dituntut kesesuaian antara pendidikan dengan dunia usaha itu. Karena itu, kami meminta adanya penyelarasan antara pendidikan dengan kebijakan pemerintah di daerah ini,” katanya. (hib/ton)