Bersaing Rebut Kursi PP Muhammadiyah

296

SUKSESI: Sekretaris PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti (kedua dari kanan) menerangkan syarat suksesi Pemuda Muhammadiyah periode 2015-2019 di Kantor Muhammadiyah Jateng, Sabtu (15/11) malam.

WONODRI – Ketua Pengurus Wilayah (PW) Pemuda Muhammadiyah (PM) Jateng, Rohmat Suprapto, menjadi salah satu kandidat Ketua Pemuda Muhammadiyah Pusat periode 2014-2019 mendatang.

Rohmat akan bersaing ketat dengan 6 kandidat lainnya, yakni Dahnil Anzhar (Ketua Pimpinan Pusat/PP Muhammadiyah), King Faizal (Ketua PP), M. Amiruddin (Ketua PP), M. Azis (Sekretaris PP), Syahrul Hasan (Ketua PW PM DKI Jakarta), dan Saharuddin Alrif (Ketua PW PM Sulawesi Selatan).

Hal itu disampaikan Sekretaris PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti dalam gelaran bertajuk Jateng Informal Meeting Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah se-Indonesia di Kantor Muhammadiyah Jateng, Jalan Singosari 33 Semarang, Sabtu (15/11) malam kemarin.
”Tujuh orang ini pantas memimpin Pemuda Muhammadiyah 2014-2019 mendatang. Tapi bagaimana pun, hanya ada satu orang yang berhak menjadi pimpinan,” kata Abdul Mu’ti.

Menurutnya, ada lima faktor yang menjadi pertimbangan. Pertama soal kemandirian, yakni strategi para kandidat mendorong potensi kalangan muda, jadi kekuatan yang menyimpan daya saing dan kompetensi. Poin kedua netralitas, sebatas mana bisa menjaga netralitas di partai politik. ”Selama ini ada kesan underground dari parpol tertentu,” paparnya.

Siapa pun yang terpilih, harus mampu mengelola kaderisasi. Bagaimana menjadi pemimpin yang bisa jadi kawah candradimuka. Melahirkan kader-kader pemimpin di segala segmen. Distribusi kader harus dipikir sungguh-sungguh dan faktor kualitas juga menjadi pertimbangan.

Bagi Abdul Mu’ti, tantangan yang dihadapi pemimpin saat ini adalah mengompakkan visi dan misi semua anggota. Apalagi, dewasa ini tidak sedikit pemuda yang kurang berminat dengan gerakan-gerakan kepemudaan.

Sementara itu, Rohmat Suprapto mengaku sudah menyimpan cara jitu membawa Pemuda Muhammadiyah lebih sejahtera. ”Banyak konsep yang selama ini saya terapkan di Jateng untuk dibawa ke ranah nasional. Seperti memperkuat basis ekonomi para kader,” cetusnya.
Selama ini, lanjutnya, tantangan terberat memang soal kesejahteraan yang belum merata. Dari data 2008-2012 lalu, kata Rohmat, dari 100 pemuda di Indonesia, 47 orang masih pengangguran.

”Membangun entrepreneurship sangat penting. Apalagi, tahun depan sudah masuk perdagangan bebas ekonomi Asia. Jika dibenahi dari sekarang, Insya Allah lima tahun ke depan, pemuda Indonesia bisa mapan,” imbuhnya.

Ditambahkan Ketua Tim Sukses Muktamar Pemuda Muhammadiyah Jateng, Badawi, bahwa acara bertema ’Merajut Ukhuwah Memantapkan Ideologi Pemuda Muhammadiyah’ tersebut merupakan ajang penguatan ideologi.

”Kami berharap, setelah acara ini berlangsung, para Pemuda Muhammadiyah bisa kompak satu suara dalam Muktamar Muhammadiyah di Padang pada 20-22 November mendatang,” pungkasnya. (mg16/ida/ce1)