Guru Sering Melancong dan Rapat

337

DEMAK-Adanya sertifikasi guru di Demak tidak sepenuhnya membuat guru makin rajin dan berprestasi. Justru sebaliknya, guru makin terlena dengan tugasnya mendidik para siswanya. Dampak negatif diantaranya, guru bersertifikasi justru kerap melancong atau mengikuti berbagai kegiatan di luar sekolah, termasuk rapat. Sedangkan, tugas mereka di kelas banyak yang diserahkan ke guru honorer yang gajinya tidak seberapa.

Bupati Demak Dachirin Said pun secara tegas mengancam memecat kepala sekolah yang tidak bisa mengontrol guru bersertifikasi yang mengajar di sekolah. Bila masih ada ruang kelas kosong saat jam belajar, Kepala Dinas Pendidikan Muhtar Lutfi juga harus siap mundur dari jabatannya. Sebab, dalam berbagai sidak yang dilakukan, Dachirin masih menemui adanya guru yang meninggalkan ruang kelas saat jam belajar.

Bupati mengungkapkan, ketika guru sudah bersertifikasi dengan tunjangan dan gaji yang tinggi, mestinya kinerja mereka makin baik. Tapi, yang dilihat di lapangan, meski sudah ada sertifikasi namun kinerja guru ini tidak sepenuhnya berdampak baik bagi peningkatan kualitas pendidikan. “Suatu saat kami buka laptop guru sertifikasi ini. Yang ada dalam laptop malah catatan kas bon (utang). Ini bagaimana? Padahal, sudah sertifikasi. Karena itu, kalau masih ada ruang kelas kosong ditinggal guru pas jam belajar, maka kepala sekolah harus rela lepas jabatannya,”tandas Dachirin saat membuka sebuah acara di Bina Praja, Pendopo Kabupaten.

Menurutnya, carut marut dunia pendidikan karena masih mengutamakan fisik dari pada membangun jiwa. Pendidikan pun lebih cenderung sekedar formalitas semata. “Sekarang ini, banyak sekolah yang bersaing secara tidak sehat. Bagaimana mereka mencari murid sebanyak-banyaknya. Yang kita lihat hanya berorientasi finansial,” kritik bupati.

Dachirin juga menceritakan sidak yang dilakukan menjelang ujian sekolah beberapa waktu lalu. Diantaranya, banyak anak-anak atau siswa yang ribut sendiri berusaha mencari bocoran jawaban soal ujian. Karena itu, menurut bupati, untuk memperbaiki kualitas pendidikan para siswa harus diberikan ilmu pengetahuan, guru juga harus terampil, sikap atau mentalitas juga harus baik serta bisa mandiri. (hib/ton)