Investasi Pasar Modal Makin Diminati

308

SEMARANG – Pertumbuhan investor area Jawa Tengah bagian utara telah memenuhi target pada bulan Oktober ini. Hal tersebut tak lepas dari informasi terkait pasar modal yang terus disosialisasikan ke masyarakat.

Kepala Kantor Pusat Informasi Pasar Modal (PIPM) Semarang Stephanus Cahyanto Kristiadi mengatakan, pertumbuhan pasar modal dari tahun ke tahun terlihat perkembangannya. Mulai dari 2011 tumbuh 11 persen, kemudian 2012 meningkat hingga 17 persen, hingga dari 2013 ke 2014 yang ditarget meningkat hingga 25 persen. “Target pertumbuhan 25 persen ini sudah tercapai pada Oktober. Yaitu investor dengan jumlah hingga 15 ribu, dengan jumlah terbanyak dari Semarang yaitu sekitar 9ribu investor,” jelasnya.

Tahun depan diharapkan investor bisa terus bertambah atau minimal bertahan di angka tersebut. Menurutnya target tersebut juga bukan tidak mungkin, mengingat pasar Jawa Tengah khususnya Semarang yang cukup potensial. “Kalau Semarang sendiri sebetulnya pasar sudah terbentuk. Karena dari berbagai informasi yang terus kami sosialisasikan, masyarakat juga sudah semakin paham keuntungan dalam berinvestasi di pasar modal,” ujarnya.

Karena itu, tidak dipungkiri jika saat ini pasar modal kian menarik bagi masyarakat. Imbal hasil yang lebih besar ketimbang diendapkan di bank dinilai menjadi salah satu daya tarik. Sekarang, lanjut Cahyanto, masyarakat mulai mencari instrumen dengan imbal hasil yang lebih besar ketimbang hanya disimpan di bank saja. Masyarakat mulai menyasar pasar modal dengan berbagai produknya, sepeti saham, obligasi dan lain-lain.

Selain investor perorangan, lanjutnya, tahun depan kami juga akan fokus menggarap sektor perusahaan yang terbilang cukup potensial. Seperti kita ketahui Semarang punya banyak industri, dan PIPM mengarah ke sana. Ia menambahkan, untuk lebih meningkatkan literasi masyarakat akan pasar modal, pihaknya juga masih terus melakukan sosialisasi. “Kami masih mengadakan sekolah pasar modal, baik di kantor kami maupun ke kampus-kampus,” tandasnya. (dna/smu)