Mabuk, Pengendara CB Tabrak Mobil

746
NAHAS: Petugas Satlantas Polres Semarang dibantu warga Bergas Kidul mengevakuasi sepeda motor dan korban tabrakan di kawasan Bergas Kidul. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
NAHAS: Petugas Satlantas Polres Semarang dibantu warga Bergas Kidul mengevakuasi sepeda motor dan korban tabrakan di kawasan Bergas Kidul. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
NAHAS: Petugas Satlantas Polres Semarang dibantu warga Bergas Kidul mengevakuasi sepeda motor dan korban tabrakan di kawasan Bergas Kidul. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

BERGAS – Diduga mabuk minuman beralkohol, seorang pengendara motor Honda CB-150R H 6918 LL, Hermanto, 30, warga Karangasem, Lawean, Kota Surakarta menabrak Toyota Avanza bernomor polisi H 8668 MZ yang dikemudikan oleh Hanafi, 40, warga Kedungmundu, Tembalang, Kota Semarang.

Peristiwa tersebut terjadi Minggu (16/11) pukul 04.30 kemarin di Jalan Raya Bandungan-Lemah Abang, Bergas. Akibat benturan keras itu menyebabkan korban terluka parah pada kepalanya hingga mengalami pendarahan hingga akhirnya meninggal. Jenazah korban langsung dibawa ke kamar mayat RS Ken Saras.

Kasat Lantas Polres Semarang, AKP Alil Rinenggo melalui Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Iptu Donni Kristanto, pihaknya sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi. Ada dugaan saat mengendarai sepeda motor korban dalam pengaruh alkohol. Selain itu diperkirakan korban yang mengendarai dari arah Bandungan menuju Lemah Abang itu berkecepatan kencang. ”Sejumlah warga yang hendak menolong mengatakan mencium bau alkolol yang keluar dari mulut korban. Ada kemungkinan korban mabuk. Selain itu kemungkinan korban tidak mengenakan helm, sebab helm full face terlempar jauh dari titik tabrakan,” kata Donni.

Menurut Donni korban berjalan dari arah Bandungan menuju ke Ungaran. Sampai di lokasi kejadian diduga karena korban kurang hati-hati dan tidak menguasai medan jalan, sehingga keluar jalur masuk ke jalur berlawanan. Apalagi kondisi jalan sedikit menikung sehingga mengurangi jarak pandang. Kebetulan di saat bersamaan dari arah berlawanan melaju Toyota Avanza, karena jarak yang dekat sehingga tabrakan tidak bisa dihindari.

Sementara itu sopir Avanza, Hanafi mengatakan, bahwa dirinya berjalan di jalur Ungaran-Bandungan. Sedangkan sepeda motor tersebut masuk ke jalur mobilnya sehingga terjadi tabrakan. ”Saat melewati tikungan, sepeda motornya yang tidak menggunakan lampu itu melebihi marka hingga masuk jalur saya. Saya tidak bisa menghindari sehingga menabrak mobil saya,” tutur Hanafi. (tyo/zal/ce1)