Warga Desak Pembangunan

397
BIKIN DAG DIG DUG: Pengendara Motor sedang melintasi jalan tembus kelurahan Nglumpit. (MUNIR ABDILLAH)
BIKIN DAG DIG DUG: Pengendara Motor sedang melintasi jalan tembus kelurahan Nglumpit. (MUNIR ABDILLAH)
BIKIN DAG DIG DUG: Pengendara Motor sedang melintasi jalan tembus kelurahan Nglumpit. (MUNIR ABDILLAH)

SALATIGA – Warga RT 01, RW 01 Nglumpit mengeluhkan akses jalan tembus ke Kalibening yang rusak parah. Belum lagi akses jalan tembus berbatasan langsung dengan jurang sedalam 10 meter membuat pengendara bermotor dag-dig-dug. Akses jalan tembus sejatinya satu jalur, hanya bisa dilewati dari arah Tingkir menuju Salatiga. Karena jika berpapasan agak berbahaya karena akses jalan yang menikung dan belum ada pembatas jurang. Tapi banyak pengendara motor yang nekat melintas.

Menurut Ketua RT 1 RW 1 Mukhlison, 50, jalan tembus Nglumpit ke Kalibening sering dilewati oleh pengendara bermotor dari Tingkir. Karena itu jalan alternatif menuju Kota Salatiga. Kalau hujan jalan tembus lebih berbahaya karena licin. ”Memang sudah ada anggaran untuk perbaikan jalan tapi masih tahun 2015. Ya, kalau bisa memang harus lebih cepat diperbaiki karena jalan tersebut ramai dan cenderung berbahaya,” tandasnya.

Hal senada diungkapkan Heri, 43, warga Nglumpit, sekarang jalan tembus itu akan lebih ramai karena terdapat TPS (tempat pembuangan sampah) Nglumpit. Truk akan keluar masuk jalan selebar lima meter tersebut. ”Saya juga sudah menyampaikan unek-unek kepada perangkat kelurahan, untuk segera diperbaiki. Jangan sampai menunggu korban, baru ada tindak lanjut,” katanya.

Seorang pengendara bernama Irfan, 27, menuturkan, jika dirinya sering melewati jalan tersebut. Jalan berlubang membuat dirinya waswas saat berpapasan dengan mobil yang kadang lewat. ”Saya sering lewat sini, ya kalau berpapasan dengan mobil kadang ngeri. Jadi kadang saya lebih memilih berhenti mengalah,” tandasnya. (mg14/zal/ce1)