200 Siswa Diberangkatkan ke Malaysia

1073
PELEPASAN TKI: Gubernur Ganjar Pranowo didampingi President Director PT Sofia Sukses Sejati, Hj Windi Hiqma Ardiani SH MKN saat pelepasan 200 lulusan SMK di Jateng ke Malaysia di Gedung Merbabu PRPP Jateng, Senin (17/11) kemarin. (NUR CHAMIM/RADAR SEMARANG)
 PELEPASAN TKI: Gubernur Ganjar Pranowo didampingi President Director PT Sofia Sukses Sejati, Hj Windi Hiqma Ardiani SH MKN saat pelepasan 200 lulusan SMK di Jateng ke Malaysia di Gedung Merbabu PRPP Jateng, Senin (17/11) kemarin. (NUR CHAMIM/RADAR SEMARANG)

PELEPASAN TKI: Gubernur Ganjar Pranowo didampingi President Director PT Sofia Sukses Sejati, Hj Windi Hiqma Ardiani SH MKN saat pelepasan 200 lulusan SMK di Jateng ke Malaysia di Gedung Merbabu PRPP Jateng, Senin (17/11) kemarin. (NUR CHAMIM/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sebanyak 200 lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jateng diberangkatkan menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Malaysia. Mereka terdiri atas 100 orang putra dan 100 orang putri yang nantinya akan ditempatkan di perusahaan-perusahaan Malaysia seperti Petronas, Western Digital, Bose, Infenion, Jabil dan Motorolla.

Ratusan TKI yang diberangkatkan melalui Penyalur Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI), PT Sofia Sukses Sejati ini dilepas oleh President Direktur PT Sofia Sukses Sejati, Windi Hiqma Ardiani bersama Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo di Gedung Merbabu PRPP Jateng, Senin (17/11) kemarin.

Windi mengatakan bahwa para siswa yang diberangkatkan ini sudah memiliki keahlian dari sekolah masing-masing. Dengan bekal tersebut, mereka akan digunakan sebagai tenaga yang memiliki keterampilan atau skill.

”Jadi kami memilih sektor formal seperti halnya dalam perusahaan. Jadi mereka bukan tenaga kerja sebagai pembantu rumah tangga. Melainkan sebagai tenaga kerja di dalam perusahaan formal,” ungkapnya Windi kepada Radar Semarang.

Para siswa yang dikirim ke Malaysia, katanya, memakai sistem kontrak selama dua tahun. Para siswa nantinya mendapat gaji mencapai Rp 3,5 juta dalam setiap bulannya.

”Siswa yang kami kirimkan ke sana tidak memakai sistem outsourcing, tapi memakai sistem dairy company atau kontrak. Bahkan dari penguji tes siswa juga dari Malaysia yang lngsung datang di Indonesia,” terangnya.

Jasa penyalur tenaga kerja yang dibuka sejak tahun 2006 lalu, imbuhnya, memiliki cabang di Jawa Timur dan dan Jawa Barat. Sehingga sektor formal yang dibidiknya saat ini, lebih fokus ke Malaysia yakni pada perusahaan Petronas.

”Kalau Malaysia penduduknya sedikit, tapi lapangan pekerjaan luas. Politik di negara itu juga stabil. Jadi banyak investor yang menanamkan saham pada negeri itu. Sebenarnya Taiwan juga ada. Ke depannya saya akan menggandeng Dinas Pendidikan, supaya bisa masuk ke sektor tersebut,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Bursa Kerja Khusus (BKK) Cabang Cilacap, Hariyanto mengaku percaya dengan PT Sofia Sukses Sejati. Pihaknya, setiap tahun memberangkatkan sedikitnya 50 siswa lulusan SMK.

”Kalau hari ini ada sekitar 10 anak. Masing-masing dari jurusan listrik, teknik, kendaraan ringan dan akuntansi. Kalau yang laki-laki akan digembleng welding (las). Sedangkan perempuan pada operator produksi,” ungkap dia yang juga pendamping SMK N Nusawungu Cilacap.

Menurutnya, minat siswa untuk bekerja di Malaysia cukup banyak. Bahkan anak yang sudah merasakan bekerja di Malaysia, bisa menabung jutaan rupiah dalam setiap bulannya. Bahkan harapan anak-anak yang menjadi TKI, memiliki pola pikir ke depan, seperti berkeinginan melanjutkan kuliah dengan uang tabungannya.

”Pernah ada anak yang berkomunikasi dengan saya melalui telepon, bahwa dia bisa menabung Rp 3-4 juta per bulan. Itu anaknya sendiri yang bilang. Ketika komunikasi dengan saya. Mereka juga mengatakan uang tabungannya nanti dipergunakan untuk modal kuliah,” jelasnya.

Pihaknya berharap, ke depannya ada penambahan job dan penambahan sektor perusahaan serta penambahan siswa yang dikirim. Negeri Malaysia memiliki sektor formal yang bagus, sehingga bisa untuk pengembangan perusahaan.
”Kalau perusahaan kerapnya mengutamakan pada sikap. Kalau skill nantinya bisa diajarkan,” pungkasnya. (mg9/ida/ce1)