4 Dewan Diminta Kembalikan Uang Kunker

270

KENDAL—Empat anggota DPRD dari fraksi PDIP yang membelot dari rapat dan kunjungan kerja (kunker) di Bali dan Gowa-Sulawesi Selatan diminta mengembalikan uang saku kunker. Selain itu, Badan Kehormatan (BK) juga akan memberikan sanksi karena dianggap melanggar disiplin.

Demikian diungkap Ketua DPRD Kendal, Prapyo Utono. Menurutnya, mangkirnya empat anggota dewan kunjungan kerja selama satu pekan itu sudah termasuk indisipliner. Sehingga patut diberikan sanksi. Empat dewan yang mangkir dalam kunker adalah Ahmad Suyuti, Tri Purnomo, Bintang Yudha Daneswara dan Selamet Riyadi. Prapto tidak peduli meskipun dirinya merupakan anggota fraksi PDIP. “Tetap akan kami panggil empat dewan itu. Soal sanksi biar nanti diputuskan oleh BK yang berwenang,” ujar Prapto, Senin (17/11) kemarin.

Prapto juga meminta agar empat anggota dewan mengembalikan uang saku dalam kunker. Sebab diakuinya meski membelot kunker, empat dewan dari fraksi PDIP itu ternyata sudah menerima uang saku, berikut tiket dan fasilitas penginapan. Prapto membeber uang saku yang diterima masing-masing anggota dewan dalam kunker tersebut adalah Rp 12 juta. “Karena mereka (empat dewan) itu tidak ikut kunker, konsekuensinya memang harus mengembalikan,” tandasnya.

Selain itu, larangan kunker dari ketua DPC PDIP, Widya Kandi Susanti menurutnya hanyalah bersifat himbauan tidak resmi. Sebab, hanya melalui pesan singkat telepon seluler (SMS) saja. “Instruksi itukan harus diputuskan dalam rapat dan diumumkan melalui surat resmi. Sedangkan ini himbauan, tidak melalui rapat sebelumnya dan hanya diberitahukan melalui SMS saja. Sehingga jika hanya SMS, tidak bisa dipertanggungjawabkan,” tuturnya.

Menurutnya sebagai Ketua DPC PDIP, Widya tidak bisa berbuat sewenang-wenang diluar aturan yang sudah ada dalam partai. “Karena kami ini bukan kumpulan orang-orang yang berpoitik. Tapi kami adalah orang-orang politik dalam suatu organisasi partai, jadi semua ada aturannya,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Widya kandi membenarkannya. Ia memang hanya memberikan instruksi larangan mengikuti kunker SMS saja. Hal itu menurutnya lebih praktis dan efisien agar cepat sampai kepada semua anggota fraksi. “Saya SMS kepada sekretaris DPC PDIP dan semua anggota fraksi. Bahkan sekretaris DPC PDIP sudah menelpon semua anggota agar tidak ikut. Persamalahan mereka ikut, itu mungkin karena ada rasa tidak enak,” timpalnya. Sedangkan sanksi kepada anggota fraksi yang membelot atas instruksinya. Pihaknya akan tetap memberiksan sanski. “Sanksinya untuk pertama ini surat peringatan saja,” katanya. (bud/zal)