Bupati Siap Pecat PNS Korup

456

“Jika memang terbukti korupsi dan dinyatakan bersalah memang sudah seharusnya dipecat. Sebab memang aturannya demikian” Bupati Kendal Widya Kandi

KENDAL—Tersangkut kasus tindak pidana korupsi, CU seorang PNS di Pemkab Kendal kena sanksi pemecatan. Yakni atas kasus dugaan korupsi proyek pengadaan kursi tribun di Pemkab Kendal sebesar Rp 2 miliar APBD tahun anggaran 2013.

“Jika memang terbukti korupsi dan dinyatakan bersalah memang sudah seharusnya dipecat. Sebab memang aturannya demikian, jika PNS terjerat dan terbukti melaukan korupsi ya harus dikeluarkan,” kata Bupati Kendal, Widya Kandi Susanti, Senin (17/11).

Tapi sebagai kepala daerah, pihaknya tetap menghormati asas praduga tak bersalah. Yakni menunggu proses hukum yang sedang berjalan saat in. Meskipun CU saat in sudah ditetapkan sebaai tersangka. “Biarkan ditangani aparat penegak hukum dulu, jadi biar jelas status hukumnya,” tandasnya.

Sementara Kepala Kejari Kendal, Yeni Andriani membeber jika akan ada penambahan tersangka lagi dalam dari kalangan PNS. Penambahan tersanngka itu dari hasil penyidikan yang telah dilakukan jaksanya. Tapi siapa PNS yang akan menemani CU sebagai tersangka, Yeni enggan membebernya.“Yang jelas akan ada tersangka lain, sebab dilihat dari kronologi atau proses terjadinya korupsi itu tidak mungkin dilakukan seorang diri oleh CU saja. Jadi tunggu saja nanti yang akan ditetapkan tersangka oleh penyidik,” tandasnya.

Yeni membeber, dalam proses lelang sudah mulai ada indikasi kecurangan. Yakni penetapan tiga peserta lelang yang lolos seleksi. Sebab dua perusahaan diantaranya adalah yakni CV Idola Pedana dan CV Bina Tani adalah milik satu keluarga. Sedangkan satu perusahaan lainnya yakni PT Anugrah Mega Gemilang dokumen palsu. “Bahkan PT Anugerah Mega Gemilang setelah proses lelang bukan PT melainkan CV. Malah setelah dicek oleh jaksa penyidik, kantor Anugrah Mega Gemilang di Kota Semarang, yang ada hanyalah gudang kosong saja. Lalu bagaimana panitia lelang bisa meloloskannya,” jelasnnya.

Selain CU dalam kasus ini Kejari Kendal juga menetapkan tersangka lain yakni Direktur CV Idola Perdana berinisial FH. Dalam kasus ini FH dan CU dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 Undang-undang (UU) nomor 31 tahun 1999 sebagaimana ditambahkan dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Ancaman pidana jeratan dua pasal tersebut adalah 20 tahun penjara. (bud/zal)