Ketakutan, Temukan Senpi Dalam Tas, Pencuri Tulis Surat

832
WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG
WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG
WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG
WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG

DEMAK- Kepada Yth, korban pemilik barang ini. Awal kata kami mengucapkan beribu maaf yang sebesar-besarnya. Kami tidak tau kalau bapak adalah anggota kepolisian. Kami hanya mencari uang saja.

Itulah sepenggal surat yang ditulis oleh seorang pencuri kepada korbannya, yang tak lain adalah seorang polisi. Surat tersebut ditaruh di dalam tas bersama senpi serta peluruh, dan ditemukan di rumah seorang Kiai. Bahkan dalam surat yang terdiri dari tiga lembar tersebut juga bertuliskan agar senpi diserahkan kepada pihak kepolisian. Memang unik, seorang pencuri ketakutan karena tas hasil kejahatannya ternyata milik anggota kepolisian, setelah melihat isi tas terdapat identitas kepolisian dan senjata api (senpi) lengkap dengan peluru.

Senpi tersebut ditemukan di rumah KH Ashadi Abdullah, warga RT 3 RW 7, Dukuh Nglegok, Desa Sidoharjo, Kecamatan Guntur. Sebab, di rumah Kiai tersebut ditemukan sebuah tas kecil yang di dalamnya berisi senpi revolver jenis SNW2 dan 5 butir peluru tajam caliber 38 mm.

Keberadaan senpi itu kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian. Mendapati laporan adanya senpi dirumah Kiai Ashadi itu, Kapolres Demak AKBP Raden Setijo Nugroho langsung memerintahkan Kapolsek Guntur AKP Mulyono untuk mengecek kebenaran kabar tersebut. Setelah dicek ke rumah Kiai Ashadi, ternyata informasi yang disampaikan masyarakat itu benar adanya. Di dalam tas ditemukan senpi yang dimaksud. Yang jelas, saat itu tamu Kiai Ashadi cukup banyak sehingga yang bersangkutan tidak tahu menahu soal siapa yang membawa senpi itu.

Kapolres Demak AKBP Raden Setijo melalui Kasatreskrim Iptu Wafdan Muttaqin mengungkapkan, Kiai Ashadi tidak mengetahui darimana senpi tersebut. “Waktu itu, banyak jamaah yang datang ke rumahnya. Tahu-tahu ada tas tertinggal yang didalamnya terdapat senpi dan peluru tajam. Karena itu, senpi dan peluru itu kemudian kita amankan untuk dicek siapa pemiliknya,” terang Iptu Wafdan didampingi Kasubag Humas AKP Zamroni, kemarin.

Setelah dilacak, baru diketahui ternyata senpi itu adalah milik anggota polisi dari Polresta Bekasi. Dalam kejadian itu, kata dia, semula tas kecil berisi senpi tersebut sebelumnya berada di dalam tas ransel polisi. Di dalam tas ransel juga ada handphone (HP) dan uang. Namun, tas itu diduga diambil kawanan pencuri. Pencuri pun hanya mengambil HP dan uang. Sedangkan, untuk senpi berupaya dikembalikan dengan cara yang unik tersebut.

Dimungkinkan, pelaku pencurian tersebut ketakutan dengan adanya senpi polisi di dalam tas yang dicuri itu. Karena itu berbagai cara dilakukan si pencuri, termasuk bertamu ke rumah kiai agar masalah yang dihadapi selesai dan tidak ditangkap kepolisian terkait kasus pencurian tas tersebut. “Kita menduga, pencurinya kaget karena di dalam tas ada senpi sehingga bingung untuk mengembalikan,”katanya.

Yang menarik, pencuri mengambil tas yang ada senpinya tersebut dengan tempat kejadian perkara (TKP) di Café Solaria rest area km 39, dalam tol Jakarta-Cikampek. Ini diketahui karena yang mengambil tas itu sempat menulis tiga lembar surat yang disertai permintaan maaf pada polisi pemilik senpi. Surat dengan tulis tangan itu sendiri tanpa nama terang. Surat lembar pertama berisi tulisan, yaitu;

Menurut Kasatreskrim Iptu Wafdan, adanya surat itu menjadi petunjuk tentang kronologi pencurian tas berisi senpi tersebut. Dia mengatakan, senpi dan peluru yang ditemukan di rumah kiai Ashasi itu sendiri kini telah diserahkan ke kepolisian dari Polsek Tambun, Polresta Bekasi, Jawa Barat. (hib/zal)