Ribuan Angkot Mogok Beroperasi

363
Hadi Mustofa. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
 Hadi Mustofa. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

Hadi Mustofa. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

UNGARAN– Seluruh awak angkutan umum kota (angkot) di Kabupaten Semarang, berencana menggelar aksi mogok beroperasi, hari ini (19/11). Rencana tersebut berdasar hasil Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) DPP Organda di Semarang. Padahal pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Selasa kemarin, tarif angkot sudan dinaikan 30 persen.

Ketua DPC Organda Kabupaten Semarang, Hadi Mustofa mengatakan, ada sebanyak 1.000 lebih angkutan di Kabupaten Semarang yang akan melakukan aksi mogok beroperasi pada Rabu (18/11) pagi. Aksi tersebut adalah hasil dari kesepakatan dalam Mukernas di Semarang, No: 005/Mukernas/11/2014
Tentang program organisasi stop operasi angkutan umum serentak 19 November jam 00.00. Di Kabupaten Semarang rencana mogok beroperasi akan dilakukan mulai pagi hingga sore hari. Menurut Hadi, yang dituntutan oleh Organda adalah adanya subsidi BBM seperti yang didapatkan oleh nelayan.

“Karena BBM naik 35 persen, maka sementara kami intruksikan kenaikan tarif angkutan sebesar 30 persen. Kendati demikian, kami tetap menggelar aksi mogok beroperasi karena sudah menjadi keputusan Mukernas. Aksi itu kami lakukan mulai pagi sembari menunggu keputusan rapat kenaikan tarif dari pemerintah Kabupaten Semarang,” tutur Hadi, Selasa (18/11) siang usai menghadiri Rakernas di Semarang.

Ditambahkan salah seorang pengurus DPC Organda Kabupaten Semarang, Agus Pamungkas, rencana mogok beroperasi ini akan dilakukan dengan memarkirkan angkutan di masing-masing pool angkutan dan di terminal-terminal “Sebelumnya tarif dinaikan dari Rp 6000 menjadi Rp 7000, riilnya tarif Rp 7000 banyak penumpang yang keberatan dan membayar Rp 6000. Kenaikan tarif itu banyak pelanggan keberatan, jadi kami minta adanya subsidi,” tuturnya.

Hasil pantauan di lapangan, Selasa (18/11) pagi kemarin sejumlah angkutan di Ungaran sudah langsung menaikkan tarifnya. Bahkan sejumlah awak angkutan ada yang menaikkan tarif hingga 50% dari tarif sebelum BBM bersubsidi naik. Seperti tarif angkot Ungaran – Ambarawa naik sekitar Rp 2.000, dari Rp 4.000 menjadi Rp 6.000. “Kami menaikan tarif karena untuk menutup kerugian karena naiknya harga BBM naik. Jika nanti sudah ada keputusan resmi naiknya tarif, kami akan mengikuti keputusan itu,” tutur Hendro Minanto, 37, sopir angkot Ungaran – Ambarawa.

Kapolres Semarang AKBP Muslimin Ahmad berharap aksi mogok operasional awak angkutan tidak dilakukan. Namun pihaknya tetap melakukan antisipasi jika aksi tersebut benar-benar dilakukan, yakni berkoordinasi dengan pihak terkait untuk persiapan armada untuk membantu masyarakat. (tyo/zal)