Shaggy Dog akan Kolaborasi dengan Sujiwo Tejo

491
AJAK GOYANG: Shaggy Dog saat manggung dalam acara “Exclusive Moment” di Universitas Semarang (USM), Minggu (16/11) malam. (AJIE MH/RADAR SEMARANG)
 AJAK GOYANG: Shaggy Dog saat manggung dalam acara “Exclusive Moment” di Universitas Semarang (USM), Minggu (16/11) malam. (AJIE MH/RADAR SEMARANG)

AJAK GOYANG: Shaggy Dog saat manggung dalam acara “Exclusive Moment” di Universitas Semarang (USM), Minggu (16/11) malam. (AJIE MH/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Band bergendre ska-reggae asal Yogyakarta, Shaggy Dog saling melepas rindu dengan Doggies –sebutan bagi fans Shaggy Dog- dalam gelaran bertajuk “Exclusive Moment” di Universitas Semarang (USM), Minggu (16/11) malam.

Performa Heru cs malam itu cukup membangkitkan gairah para penonton untuk terus bergoyang. Apalgi ketika tembang Lagu Rindu dilantunkan dengan sedikit improvisasi lewat sentakan musik ala Jamaica.

Meski sempat diguyur gerimis, Doggies tetap enggan beranjak. Meski sedikit basah, mereka tetap semangat menghabiskan 12 nomor yang disajikan Shaggy Dog. Seperti Kembali Berdansa, Tamasya, Honey, Sayidan, dan lagu-lagu hits lainnya.

Ditemui Radar Semarang sebelum manggung, Heru mengaku sangat mengapresiasi acara-acara musik yang digelar di kampus-kampus. Baginya, event seperti ini bisa membangkitkan gairah remaja untuk terus berkarya lewat musik. “Ini menjadi sebuah pertumpuan tali silaturahmi dan akan semakin baik kalau terus terjalin. Acara-acara seperti ini sangat bagus. Tapi akan lebih baik jika diperbanyak konsep acaranya,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Heru memberi sedikit bocoran mengenai mini album yang akan dirilis Shaggy Dog tahun depan. Album yang hanya berisi dua lagu ini akan di-publish dengan wujud piringan hitam. Soal judul, Heru masih belum mau angkat bicara. “Yang jelas, salah satu dari lagu itu bekolaborasi dengan Sujiwo Tejo,” timpal sang basis, Bandiz.

Dalam album tersebut, Sujiwo Tejo memberikan suluk atau suara-suara bahasa Jawa mirip dalam pentas pewayangan. “Saya sendiri kaget dia mau diajak kolaborasi. Mungkin karena lagunya menceritakan soal kehidupan sosial politik,” pungkasnya. (mg16/smu)