Six Water Game Terancam Ditutup

915

KENDAL—Satpol PP Kendal akan menindak tegas terhadap keberadaan Obyek Wisata Six Water Game di Jalan Bahari Kecamatan Weleri. Menyusul pihak pengelola wisata air tersebut tidak mengantongi izin usaha hiburan.

Selain itu, lokasi wisata merupakan lahan yang dilarang untuk mendirikan bangunan karena masuk ruang terbuka hijau (RTH). Praktis dianggap melanggar Perda Tata Ruang.

Kepala Satpol PP Kabupaten Kendal, Toni Ari Wibowo pihaknya akan mengirimkan surat teguran pertama kepada pengelola objek wisata tersebut. “Secepatnya, karena memang keberadaannya melanggar perda,” ujarnya, Selasa (18/11).

Toni mengaku memang dirinya telah menerima surat pemberitahuan dari Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) setempat. Yakni wisata yang sudha berdiri satu tahun lebih itu tidak berizin. “Untuk menindaklanjuti surat tersebut, pihaknya akan mengirimkan teguran kepada pengelola obyek wisata Six Water Game,” jelasnya.

Ia menjelaskan, jika peringatan tidak dihiraukan maka pihaknya akan menutup paksa Six Water Game. “Sesuai Peraturan Bupati Kendal nomor 59 Tahun 2012, untuk melakukan tindakan upaya paksa penutupan sementara dilakukan setelah tiga kali teguran lebih dulu,” katanya.

Toni mengatakan dalam surat teguran, pihaknya meminta pengelola objek wisata supaya segera menyelesaikan proses perizinan selama tujuh hari. Jika dalam waktu yang ditentukan tidak ada tindak lanjut, maka pihaknya akan memberikan teguran kedua.
Teguran kedua pengelola memiliki waktu dua hari, selanjutnya teguran ketigadengan batas waktu satu hari untuk menutup usahanya. “Jika tidak dilakukan maka terpaksa akan kami lakukan upaya penututpan paksa,” tegasnya.

Kepala BPMPT Kabupaten Kendal, Alex Supriyono sebelumnya mengatakan jika BPMPT tidak menerbitkan ijin kepada pengelola obyek wisata. Hal itu lantaran Six Water Game didirikan di atas lahan yang merupakan kawasan ruang terbuka hijau. “Kami tidak mengeluarkan ijin kepada pengelola Six Water Game, karena melanggar kawasan hijau,” ujarnya.

Dijelaskannya, prosedur pemberian maupun penolakan ijin melakui kesepakatan tim, yakni terdiri dari Dinas Ciptaru, Bina Marga, Pertanian Perkebunan dan Kehutanan, Badan Lingkungan Hidup, Bappeda, Satpol PP. “Jadi, penolakan sudah melalui rapat tim, dengan dasar cek lapangan dan sebagainya. Sehingga sampai saat ini Six Water Game belum mengantongi ijin,” tandasnya. (bud/zal)