Tak Sesuai Tarif Sopir Angkot Turunkan Penumpang

353

SALATIGA – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) berimbas terhadap tarif angkutan umum. Namun sejumlah masyarakat masih belum mau menerima terkait kenaikan tarif tersebut, sopir pun menurunkan penumpang yang tidak mau membayar sesuai tarif yang telah diberlakukan. .

Tarif angkutan umum jurusan Salatiga-Ungaran sudah naik dari Rp 6.000 menjadi Rp 7.000. Sedangkan tarif angkot naik Rp 500. Dari Rp 2.500 menjadi Rp 3.000. Kenaikan tarif tersebut masih menimbulkan pro kontra di kalangan penumpang.

Aryanto, 45, Supir angkutan umum jurusan Salatiga – Ungaran mengatakan, mulai pagi kemarin tarif sudah diberlakukan menjadi Rp 7.000, “Saat ini kami memang menaikan tarif angkutan Rp 1.000 untuk umum dan Rp 500 untuk pelajar. Inisiatif berasal dari paguyuban karena Dinas Perhubungan belum memberikan surat edaran kenaikan tarif angkutan umum,” kata Aryanto saatditemui di Terminal Tingkir.

Hal Senada juga diungkapkan sopir lainnya, Miftah, 37. Menurutnya, kenaikan tarif angkutan umum mendapat respon beragam dari masyarakat. “Gara-gara diminta menambah uang Rp 500 tidak mau, saya harus menurunkan penumpang,” ceritanya.

Lain halnya dengan Suminah, 43, salah seorang penumpang yang mengatakan, dirinya memaklumi diberlakukannya kenaikan tarif angkot, tapi guru TK Tengaran itu berharap gaji guru juga dinaikkan, “Kasihan guru yang setiap hari mengajar menggunakkan angkutan umum, kalau gaji tidak cepat dinaikkan dan semua sudah serba naik, gaji tidak cukup untuk keperluan sehari-hari,” ujarnya.

Pedagang sayur dari Dadap Ayam Kabupaten Semarang Suciwati, 43, yang sering menggunakan angkutan umum untuk berjualan di Pasar Blauran Salatiga mengatakan, kalau angkutan umum naik maka sayuran dan harga barang lainnya akan naik. “Kalau tarif angkutan naik, harga sayuran saya juga harus naik, kalau tetap malah nggak jadi untung,” katanya. (mg14/zal)