Kerahkan Mobdin, Angkut Penumpang Terlantar

258
BANTU PELAJAR: Aparat TNI Kodim 0715 Kendal membantu mengangkut para siswa akibat aksi mogok para awa angkutan umum. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
 BANTU PELAJAR: Aparat TNI Kodim 0715 Kendal membantu mengangkut para siswa akibat aksi mogok para awa angkutan umum. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

BANTU PELAJAR: Aparat TNI Kodim 0715 Kendal membantu mengangkut para siswa akibat aksi mogok para awa angkutan umum. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

KENDAL—Aksi mogok yang dilakukan awak angkutan di Kendal membuat masyarakat terlantar karena kesulitan mendapat angkutan umum penumpang. Aksi mogok tersebut sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Akibat aksi tersebut, ratusan pelajar, karyawan, buruh pabrik dan PNS maupun warga banyak yang terlantar. Banyak para siswa dan buruh pabrik yang telat masuk lantaran tidak ada satupun angkutan umum penumpang yang beroperasi.
Pun angkutan yang nekat beroperasi dipaksa untuk menurunkan penumpang oleh sopir dan kernet lain. Kondisi tersebut memaksa pemerintah setempat, TNI, dan polisi menurunkan kendaraan dinas untuk mengangkut warga yang terlantar karena tidak ada angkutan umum.

Salah seorang warga, Sundarmi, 50, warga Cepiring mengaku sudah berjam-jam menunggu angkutan tujuan Terminal Mangkang Semarang. “Tapi tidak ada angkutan yang datang, ada angkutan lewat tapi tidak berani menaikkan penumpang. Untung ada truk TNI,” ujarnya.

Hendriyono, 43, salah seorang pegawai swasta asal Semarang mengaku kesal dengan ulah para awak angkutan umum tersebut. Sebab akibat mogok bersama dirinya terpaksa diturunkan paksa di Kaliwungu setelah naik bus menuju Sukorejo. “Padahal saya harus bekerja di daerah Kecamatan Sukorejo,” katanya.

Salah seorang pelajar, Siwi Indriyani juga mengutarakan kekecewaannya terhadap hal tersebut. Dia tidak bisa datang ke sekolah dengan tepat waktu, tentu hal itu sangat menganggu aktifitas belajarnya. “Saya tidak tahu telat apa tidak, yang jelas sudah kesiangan,” tuturnya.

Dandim 0715 Letkol Kav Wiratno mengatakan pihaknya menerjunkan empat mobil, terdiri dari satu truk TNI dan tiga mobil. Selain itu juga kendaraan roda dua juga dioperasikan untuk mengangkut para warga yang terlantar. “Sasarannya siswa dan buruh pabrik yang memang dikejar waktu untuk datang tepat waktu. Jadi pagi, siang dan sore kami operasikan semua kendaraan yang ada,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal, Muryono mengatakan pihaknya sudah mengimbau pihak sekolah agar memaklumi siswa yang terlambat. Sebab, banyak siswa yang telambat sampai ke sekolah masing-masing. “Kami juga menurunkan dua kendaraan dinas untuk membantu mengantar siswa yang terlantar,” tandasnya. (bud/zal)