Mulai Siapkan Tim 2015

379
HITUNG BIAYA: Manajemen PSIS mulai menghitung anggaran untuk pembentukan tim menghadapi kompetisi Divisi Utama 2015 mendatang, termasuk perekrutan pemain. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
 HITUNG BIAYA: Manajemen PSIS mulai menghitung anggaran untuk pembentukan tim menghadapi kompetisi Divisi Utama 2015 mendatang, termasuk perekrutan pemain. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

HITUNG BIAYA: Manajemen PSIS mulai menghitung anggaran untuk pembentukan tim menghadapi kompetisi Divisi Utama 2015 mendatang, termasuk perekrutan pemain. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Manajemen PSIS Semarang tak ingin berlarut-larut meratapi kegagalan di musim kompetisi ini. PT Mahesa Jenar Semarang (MJS) selaku pengelola akan langsung bergerak cepat menyiapkan tim menghadapi musim depan.

Selain secara teknis, PSIS tampaknya juga harus mempersiapkan diri secara non teknis. Tim berjuluk Mahesa Jenar itu diprediksi musim depan akan membutuhkan pembiayaan yang lebih besar dari musim ini di mana mereka telah menghabiskan dana sekitar Rp 5.5 miliar.

General Manager (GM) PSIS Kairul Anwar dihubungi kemarin mengatakan, saat ini, manajemen bersama, tengah membuat rancangan anggaran biaya (RAB). Semua kebutuhan Laskar Mahesa Jenar selama semusim akan kembali dihitung ulang. ”Kemungkinan anggaran yang dibutuhkan musim depan naik dibanding musim ini, namun persentasenya masih belum diketahui. Kami sedang menyusun RAB untuk musim depan,” ujar pria yang juga pengacara itu.

Kebutuhan-kebutuhan tim akan mengalami kenaikan, di antaranya operasional tim dan biaya tur ke luar daerah. Kemudian, gaji pemain, bila manajemen mempertahankan personel musim lalu. Kebutuhan harian, seperti air minum dan pembelian peralatan latihan juga terkena imbasnya. “Ada beberapa langkah yang kami lakukan untuk menekan pembiayaan. Salah satunya PSIS telah membangun mes pemain sendiri. Saat ini, pembangunan sudah mencapai 90 persen, tinggal penyelesaian akhir,” beber Kairul.

Manajemen juga akan memaksimalkan beberapa sektor pemasukkan untuk menutupi kebutuhan semusim. Di antaranya sponsorship dan pendapatan tiket penonton. Musim lalu, sponsor PSIS sudah lumayan, namun ujar Kairul, akan terus ditingkatkan. Begitu juga dengan tiket penonton yang mengalami kenaikan di pertengahan musim.

Sementara hari ini dua ofisial PSIS Suyatno dan Akhmad Ajib akan memenuhi panggilan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Ini merupakan pemanggilan ketiga. Pemanggilan pertama dilakukan pada 28 Oktober lalu. Saat itu, Manajer Tim Wahyu Liluk Winarto, Pelatih Eko Riyadi, Komaedi, Fadli Manna dan kiper Catur Adi Nugroho dimintai keterangan.

Saat itu, komdis langsung memutuskan PSIS dan PSS didiskualifikasi dari delapan besar. Pemanggilan kedua pada 6 November. Sebanyak 14 pemain, diperiksa sebagai bagian dari proses investigasi terkait dugaan match fixing (pengaturan skor). ”Kami juga sudah mengajukan hak preogratif dari Ketua Umum PSSI Djohar Arifin, agar sanksi didiskualifikasi dari delapan besar dapat ditinjau ulang. Namun, pada akhirnya, kami akan tetap menghormati keputusan Komdis PSSI,” pungkasnya. (bas/smu)