Pihak Bank Mandiri Diduga Salahi Prosedur

311

BARUSARI – Kasus dugaan pembobolan rekening nasabah Bank Mandiri atas nama Sri Rahayu Binti Soemoharmanto senilai Rp 8 miliar dinilai bukan masalah ’main-main’. Pakar ekonomi Universitas Diponegoro (Undip) Prof Purbayu Budi Santosa menilai kasus tersebut harus ditelusuri hingga tuntas, terkait siapa yang meloloskan uang Rp 8 miliar tersebut.

Guru Besar Fakultas Ekonomi Undip tersebut Santosa mengatakan, kasus ini perlu dikaji mendalam, baik dari prosedur pencairan maupun aturan-aturan lainnya, mengingat nilai Rp 8 miliar itu tidak kecil.

”Perlu ditelusuri siapa yang meloloskan uang Rp 8 miliar tersebut,” kata Prof Purbayu saat dimintai komentar Radar Semarang, Rabu (19/11).

Menurutnya, pihak Bank Mandiri harus hati-hati mengenai pencairan uang nasabah, terlebih nilai uang nasabah tersebut tidak sedikit.

”Kalau ada seseorang yang mencairkan Rp 100 juta saja sudah ditanya atau dicurigai, kenapa Rp 8 miliar bisa lolos? Ini kan perlu dipertanyakan. Jangan-jangan ada kesalahan prosedur yang dilakukan pihak Bank Mandiri,” ujarnya.

Terkait data-data perbankan, Prof Purbayu mengatakan, setiap bank memang tidak sembarangan mengeluarkan data-data bank, termasuk data transaksi. Namun jika hal itu berkaitan dengan konteks atau menyangkut proses hukum, pihak bank sudah semestinya mengizinkannya.

”Kalau sudah menyangkut hukum ya harusnya diperbolehkan, data-data transaksi, kapan dicairkan, siapa yang memberi izin, siapa yang meloloskan, itu bisa diminta oleh pihak kepolisian, demi tegaknya kebenaran,” tandasnya.

Tentunya hal itu ada prosedur-prosedur yang harus dilakukan, karena bersangkut paut dengan hukum. Sehingga pihak kepolisian bisa menelusuri dan mengungkap kasus tersebut hingga tuntas. ”Apalagi kasus ini sudah dilaporkan secara resmi ke pihak kepolisian,” katanya.

Seperti diberitakan Radar Semarang kemarin, uang tabungan senilai Rp 8 miliar di rekening milik salah seorang nasabah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk di Jalan Pemuda No 73 Semarang, atas nama almarhumah Sri Rahayu Binti Soemoharmanto, hilang misterius. Diduga, telah terjadi pembobolan di rekening bernomor 135-00-1140118 tersebut.

Kasus ini dilaporkan salah seorang ahli waris, Widiyanto Agung Widodo, 49, warga Jalan Teuku Umar No 105 A RT 2 RW 4 Kelurahan Tinjomoyo, Banyumanik, Semarang, yang merupakan putra sulung Sri Rahayu.

Pihak terlapor adalah Direktur PT Semarang Makmur, Teguh Santoso, 44, warga Jalan Teuku Umar No 105 A RT 2 RW 4 Kelurahan Tinjomoyo, Banyumanik, Semarang, yang tak lain merupakan adik kandung pelapor.

Pihak Widiyanto melaporkan atas tindak pidana pencurian pasal 362 jo 367 (2) KUHP dengan kerugian Rp 8 miliar. Uang Rp 8 miliar di rekening tersebut sedianya menjadi hak empat ahli waris korban, masing-masing; Widiyanto Agung Widodo, Indah Kuswati, Teguh Santoso, dan Bogie Sri H.