Rina Iriani Jalani Mapenalin

322

SEMARANG–Mantan Bupati Karanganyar, Rina Iriani Sri Ratnaningsih akhirnya mengenakan seragam tahanan warna hijau dan menjalani masa pengenalan lingkungan (Mapenalin) di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II A, Wanita Kota Semarang. Setelah terdakwa kasus dugaan korupsi bantuan subsidi Perumahan Griya Lawu Asri (GLA) Karanganyar 2007-2008 dan tindak pidana pencucian uang (TPPU), dinyatakan sehat oleh tim dokter.

“Saat ini yang bersangkutan (Rina, Red) kami tempatkan di sel Mapenalin. Dalam enam hari ke depan, ia akan menjalani masa penyesuaian sebelum akhirnya dipindah ke sel khusus untuk tahanan Tipikor,” ungkap Kepala LP Kelas II A Wanita Kota Semarang, Suprobowati kepada wartawan, Rabu (19/11).

Dijelaskan, kondisi Rina sudah membaik. Mulai berkomunikasi dengan sesama tahanan wanita lainnya. Di sel Mapenalin, Rina menempati ruang bersama empat tahanan baru lainnya. Dari keempat tahanan tersebut, satu orang merupakan tahanan Tipikor (Rini Supeni, tersangka korupsi penyimpangan pembangunan peningkatan Jalan Wonosobo, Red). Sedangkan tiga lainnya merupakan tahanan pidana umum (Pidum). “Setelah enam hari, Rina akan kami tempatkan di Sel Tipikor bersama dengan sembilan tahanan yang terlebih dahulu menghuni sel tersebut,” imbuh Suprobowati.

Meski yang bersangkutan pernah menjadi orang nomor satu di Kabupaten Karanganyar, Suprobowati menegaskan bahwa pihaknya tetap akan memperlakukan Rina sama dengan tahanan wanita lainnya. “Tidak akan ada perlakukan khusus terhadapnya. Begitu juga tidak ada fasilitas khusus yang diberikan kepadanya,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, usai menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (18/11), tim dari Kejaksaan langsung membawa Rina menuju mobil untuk selanjutnya dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Wanita Bulu, Semarang. Hal ini guna melaksanakan perintah majelis hakim yang pekan sebelumnya menetapkan terdakwa untuk ditahan.
Dalam penetapan tersebut, Rina akan menjalani penahanan selama 30 hari. Terhitung mulai 11 November hingga 10 Desember 2014. Adapun selanjutnya tergantung keputusan majelis hakim. Terdakwa ditahan dengan nomor register B-521/60.3.3/Pt.1/11/2014. (fai/ida)