Sudah Dipesan Presiden Jokowi Sebanyak 220 Unit

462
INOVATIF: Sri Utomo menunjukkan alat pemadam kebakaran Pawang Geni karyanya. (Eko Wahyu Budiyanto/Radar Semarang)
INOVATIF: Sri Utomo menunjukkan alat pemadam kebakaran Pawang Geni karyanya. (Eko Wahyu Budiyanto/Radar Semarang)
INOVATIF: Sri Utomo menunjukkan alat pemadam kebakaran Pawang Geni karyanya. (Eko Wahyu Budiyanto/Radar Semarang)

Apa jadinya jika kebakaran terjadi di permukiman yang memiliki akses jalan yang sempit. Hal itu tentu menyulitkan petugas pemadam kebakaran untuk menuju lokasi. Namun beda halnya jika menggunakan alat pemadam Pawang Geni ini.

EKO WAHYU BUDIYANTO
AKSES jalan yang sempit dan sulit dilalui, terkadang menjadi kendala bagi petugas penjinak api saat menuju lokasi kebakaran. Akibatnya, upaya pemadaman api menjadi kurang maksimal. Efeknya, kebakaran bisa meluas, hingga menimbulkan kerugian lebih besar.

Namun sepertinya kini kondisi tersebut tidak perlu dikhawatirkan. Sebab, para siswa SMK Kristen 2 Solo berhasil menciptakan alat pemadam kebakaran manual yang diberi nama Pawang Geni. Alat pemadam kebakaran ini bisa dipakai apabila kejadian kebakaran berada di gang sempit yang tidak dapat dilewati mobil blanwir.

Selain memiliki nama yang unik, Pawang Geni dibuat hanya berbekal besi, drum bekas, selang, dan pompa air sederhana. ”Pembuatan alat penjinak api ini selama sebulan melibatkan siswa kelas XI jurusan Teknik Mesin,” kata Sri Utomo salah satu siswa SMK Kristen 2 Solo saat ditemui Radar Semarang di Expo Produk SMK Jateng dan job fair 2014 di ruang Merapi PRPP Jateng beberapa waktu lalu.

Dijelaskan, pengerjaan alat ini dilakukan pada saat senggang, dan usai jam sekolah. Meski sederhana, alat tersebut sudah pernah diuji coba untuk memadamkan api yang membakar sebuah rumah di salah satu wilayah di Solo.
”Pernah dulu diuji coba, hasilnya tidak mengecewakan,” ujar Sri Utomo.

Selain memiliki bodi yang ramping, kekuatan semprotan alat pemadam kebakaran ini juga tidak kalah dengan kekuatan semprotan mobil pemadam kebakaran.

Sri mengatakan, Pawang Geni dibuat terinspirasi dari musibah kebakaran yang pernah dialami sahabatnya di wilayah Kecamatan Jebres, Solo.

”Karena petugas pemadam telat datang, api membakar habis rumah beserta isinya. Dari situlah, saya berinisiatif membuat Pawang Geni yang pada prinsipnya sama seperti mobil pemadam kebakaran, tetapi dibuat mini agar dapat masuk ke dalam gang,” jelasnya.

Menurut Sri, kesulitan dalam membuat hanya terletak pada waktu pembuatan alat tersebut. Hal itu dikarenakan masih terbatasnya waktu pembuatan karena jam sekolah. ”Hanya waktu. Untuk bahan pembuatan masih mudah dicari,” akunya.

Sri menjelaskan, pengoperasian alat ini menggunakan pompa manual. Yang membanggakan bagi Sri dan teman-temannya, alat pemadam kebakaran ini sudah dipesan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebanyak 220 unit untuk dipakai di Jakarta. ”Jakarta kan penduduknya padat dan gangnya sempit. Sehingga alat ini dinilai cocok untuk dipakai,” katanya.

Ia berharap, ke depan teknologi yang ditemukan bersama teman-temannya itu dapat bermanfaat untuk masyarakat luas. ”Ke depan akan kami patenkan dan diproduksi dalam jumlah banyak,” ujarnya. (*/aro/ce1)
JS: Pernah Diuji Coba Padamkan Kebakaran Rumah di Solo