BRT Segera Jangkau Demak

357

DEMAK-Pengembangan sistem transportasi Bus Rapid Transit (BRT) segera dilakukan di Demak. BRT tersebut akan menghubungkan pelayanan penumpang antara terminal Kota Demak hingga ke Pasar Johar Semarang dan sebaliknya. Kini, sistem BRT tersebut sedang dalam proses realisasi.

Kasi Fasilitasi Angkutan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Provinsi Jateng, Imam Sudrajat mengungkapkan, pihaknya kini sedang memproses lebih dulu rencana jalur BRT Grobogan-Simpanglima, Kota Semarang. Setelah itu, baru penerapan BRT, Demak-Pasar Johar. “Pengembangan BRT untuk wilayah Kedungsepur (Kendal, Demak, Ungaran, Semarang dan Purwodadi) ini telah sesuai undang-udang yang ada. Yakni, pemerintah berkewajiban menyediakan layanan jasa angkutan perkotaan yang layak dan nyaman,”ujar Imam saat ditemui di Dishubkominfo Demak, kemarin.

Menurutnya, saat ini sedang konsentrasi untuk jalur BRT Bawen dan Kendal. “Di Jawa Tengah, yang sudah menjalankan sistem BRT ini baru Kota Semarang dan Solo. Di Semarang sendiri ada 4 koridor,” katanya.

Pada 2014 ini, provinsi lain seperti Jogjakarta juga sudah menerapkan trans Jogja-Prambanan. Ini dilakukan untuk meningkatan peradaban transportasi di jalan yang semula menggunakan layanan bus regular dengan sistem ngetem (menunggu) menjadi sistem shelter. Dengan shelter ini penumpang bisa segera naik BRT selama 10 menit sekali.

Staf Dishubkominfo Jateng lainnya, Djoko Suyono menambahkan, pembuatan pelayanan BRT kawasan Kedungsepur sudah menjadi wacana lama. Karena itu, penerapan layanan BRT kini sudah makin mendesak dalam melayani penumpang diwilayah perbatasan Kedungsepur. Kepala Dishubkominfo Demak, Agus Nugroho LP mengatakan, penerapan BRT tersebut diserahkan atau ditangani oleh konsorsium Organisasi Angkutan Darat (Organda). “Kalau ditangani pemkab tidak mampu sebab untuk pengadaan BRT itu butuh biaya besar. Kalau konsorsium Organda kan bisa ditangani bersama para pengusaha angkutan tersebut,”katanya. Dia mengatakan, dalam sistem BRT ini, 1 titik bisa dilayani 10 armada dalam setiap 10 menit. “Kita berharap, BRT ini bisa disosialisasikan ke Organda terkait,”katanya. (hib/zal)