Kondisi Pasar Jrakah Memprihatinkan

287

JRAKAH – Kondisi Pasar Jrakah memprihatinkan. Selain atap bocor, lantai sering kebanjiran, sedimentasi saluran tinggi, hingga area parkir yang becek. Kondisi tersebut membuat tidak nyaman pedagang maupun pembeli. Sehingga banyak kios di dalam pasar yang tidak terhuni.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang melakukan sidak di lokasi pun langsung dicurhati sejumlah pedagang. Setelah melihat sendiri, wali kota pun turut prihatin dan langsung menginstruksikan SKPD terkait melakukan penanganan sesegera mungkin.

”Pedagang merasa terganggu. Mulai perbaikan jalan raya di depan pasar yang mengakibatkan jumlah pengunjung berkurang, kemudian tempat parkir yang becek dan ada informasi kalau hujan banjir,” ujar wali kota saat meninjau lokasi.

Setelah menerima keluhan pedagang, wali kota langsung melakukan pengecekan satu per satu titik, dengan didampingi Kepala Dinas PSDA ESDM, Nugroho Joko Purwanto, Kepala Dinas Tata Kota dan Perumahan Agus Riyanto, Kepala Dinas Pasar Trijoto Sardjoko. ”Saya sudah cek salurannya. Minggu depan dengan dana OM (operation and maintenance, Red) Dinas PSDA akan memperbaiki talut yang memang sebagian jebol dan mengeruk sedimen saluran yang memang tinggi,” terangnya.

Sedangkan untuk Dinas Pasar, lanjut Hendi, sapaan akrabnya, sudah menyiapkan anggaran untuk pavingisasi area parkir. ”Insya Allah semua persoalan di Pasar Jrakah ini akan segera diselesaikan. Sehingga pedagang dan pembeli bisa bertransaksi dengan nyaman,” harapnya.

Kondisi lantai pasar yang sering kebanjiran saat musim hujan dipertegas Agus, salah seorang pedagang sembako yang sudah 15 tahun berjualan di pasar tersebut. ”Sejak dulu bocor, air mengucur dari atap. Kalau musim hujan airnya masuk ke dalam pasar. Karena di pasar ini tidak ada salurannya, jadi air yang masuk susah keluar. Sedangkan saluran di luar pasar juga penuh sampah,” ujar Agus yang diamini pedagang lain. ”Kami berharap pemerintah segera melakukan perbaikan,” imbuhnya.

Kepala Dinas PSDA ESDM dan Dinas Pasar yang mendapat instruksi dari wali kota pun berjanji akan melakukan perbaikan secepatnya menggunakan anggaran pemeliharaan. Sedangkan yang bersifat permanen akan dianggarkan tahun depan. (zal/ida/ce1)