Beli Mobil, DP Rp 76 Juta Bablas

333

BARUSARI – Harapan Budi Santoso, 42, untuk memiliki mobil harus kandas di tengah jalan. Uang muka atau down payment (DP) sebesar Rp 76 juta miliknya justru amblas dibawa kabur oleh wanita yang mengaku sebagai perantara.

Tentu saja, hal itu membuat warga Jalan Jatisari Permai Blok A 3, Mijen, Semarang, itu pusing tujuh keliling. Tak terima dengan kejadian tersebut, wanita perantara, Putri Ayu Dwi Maryati, 30, warga Jalan Kinibalu Barat, Semarang akhirnya dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, atas tindak pidana penggelapan.
”Saya hendak membeli mobil. Pada bulan Agustus 2014 lalu, menyerahkan uang tersebut kepada Putri di SPBU Jalan Pamularsih, Semarang,” katanya saat melapor, kemarin.

Dikatakan Budi, wanita tersebut merupakan perantara dalam transaksi pembelian mobil tersebut. ”Setelah uang saya serahkan, dia meminta saya menunggu dan mobil akan segera diantar,” katanya.

Namun berbulan-bulan ditunggu, ternyata mobil tersebut tak kunjung diserahkan. Budi sudah berusaha minta kejelasan terkait pembelian mobil tersebut, namun terlapor hanya memberi janji. ”Bahkan saat ini, dia sulit dihubungi,” katanya.
Jengkel atas hal tersebut, Budi akhirnya melaporkan kasus tersebut ke pihak berwajib. ”Sudah tiga bulan lebih, tidak ada kejelasan,” katanya.

Terpisah, kasus penggelapan juga dilaporkan oleh Ari Wibowo, 26, warga Tegowanu Kulon, Grobogan. Ia melaporkan Singgih, 35, warga Jalan Gambyong, Pudakpayung, Semarang, karena menggelapkan motor Yamaha Vixion AD 2414 ADE miliknya. Penggelapan itu dilakukan terlapor sejak Oktober lalu.

”Awalnya dia meminjam, saat bertemu di Jalan S Parman nomor 8 Semarang. Dia bilang pinjam hanya sebentar, tapi malah bablas. Sampai sekarang tidak dikembalikan,” katanya. (mg5/ida/ce1)