Desak Percepatan Pembangunan Pasar Rejomulyo

374
PEMBANGUNAN TAHAP KEDUA: Sejumlah pekerja sedang menyelesaikan proyek pembangunan Pasar Rejomulyo di Pengapon. Pembangunan tahap kedua ini ditargetkan kelar pada Desember 2014 ini. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
 PEMBANGUNAN TAHAP KEDUA: Sejumlah pekerja sedang menyelesaikan proyek pembangunan Pasar Rejomulyo di Pengapon. Pembangunan tahap kedua ini ditargetkan kelar pada Desember 2014 ini. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

PEMBANGUNAN TAHAP KEDUA: Sejumlah pekerja sedang menyelesaikan proyek pembangunan Pasar Rejomulyo di Pengapon. Pembangunan tahap kedua ini ditargetkan kelar pada Desember 2014 ini. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

REJOMULYO – Tak mau menyengsarakan pedagang sebagaimana dalam proses pembangunan Pasar Bulu, DPRD Kota Semarang mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang agar pembangunan Pasar Ikan Rejomulyo segera terselesaikan. Bahkan, diperingatkan jangan sampai molor seperti Pasar Bulu.

”Pembangunan itu sudah dimulai sejak tahun 2013. Namun sampai sekarang belum juga jadi,” ujar Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi kepada Radar Semarang.

Dikatakan dia, dalam pembangunan pasar, pemerintah harus lebih teliti dengan memperhatikan spek. Jangan hanya mengejar target penyelesaian. ”Selain itu, pemkot juga harus terus menyosialisasikan dan memastikan pedagang mau pindah ke bangunan baru. Jangan sampai gedung sudah dibangun, tapi pedagang menolak menempatinya. Tentu hal itu akan sia-sia,” tegasnya.

Rencananya, lahan bekas Pasar Rejomulyo tersebut akan difungsikan sebagai ruang terbuka hijau (RTH) yang saat ini pembangunannya baru mencapai 0,5 hektare dari luas lahan 2,5 hektare. Dana pembangunan kala itu, menggunakan anggaran dari Kementerian PU sebesar Rp 850 juta. Pembangunan baru bisa dilanjutkan setelah para pedagang Rejomulyo dipindah ke bangunan baru. Dengan sejumlah taman yang terbangun di tahun 2013 ini, setidaknya akan menambah kuota minimal RTH di Kota Semarang. Dari 7,5 persen menjadi 10 persen.

Sementara itu, Kepala Dinas Pasar Kota Semarang, Trijoto Sardjoko mengatakan bahwa pembangunan Pasar Rejomulyo sudah sampai tahap dua. Pengerjaan pembangunan sudah dimulai sejak akhir Agustus dan berakhir Desember 2014. ”Pembangunan ini dianggarkan melalui APBD 2014 Murni sebesar Rp 14,8 miliar. Proyek pembangunan juga sudah melalui tahap pembangunan fisik lantai satu dan lantai dua pada sisi utara 100 los dan selatan 300 kios,” ungkapnya.

Pasar Rejomulyo dibangun mulai tahun 2013 dengan anggaran APBD 2013 murni sebesar Rp 9 miliar. Pasar yang dibangun dengan luas lahan mencapai 11,492 meter persegi menampung 1.200 pedagang diperkirakan rampung pada tahun 2015.

”Proyek pembangunan tahap tiga nanti akan dimulai pada tahun 2015 dan bisa segera ditempati. Sedangkan pedagang akan ditempatkan sesuai zonasi, supaya tidak tercampur. Penempatan dilakukan dengan cara pengundian,” pungkasnya. (zal/mg9/ida/ce1)