Satpol PP Sita 499 Botol Miras

402
RAZIA MIRAS : Kepala Satpol PP, Toni Ari Wibowo dan Kasi Penegakan Perda Satpol PP Kabupaten Kendal, Agus Prakoso menunjukkan ratusan botol miras yang di sita. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
 RAZIA MIRAS : Kepala Satpol PP, Toni Ari Wibowo dan Kasi Penegakan Perda Satpol PP Kabupaten Kendal, Agus Prakoso menunjukkan ratusan botol miras yang di sita. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

RAZIA MIRAS : Kepala Satpol PP, Toni Ari Wibowo dan Kasi Penegakan Perda Satpol PP Kabupaten Kendal, Agus Prakoso menunjukkan ratusan botol miras yang di sita. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

KENDAL—Sebanyak 499 botol berisi minuman keras (miras) di sita oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kendal. Ratusan botol miras tersebut di sita lantaran di duga di jual secara illegal.

Kepala Satpol PP Kabupaten Kendal, Toni Ari Wibowo mengatakan, ratusan botol miras tersebut di dapat dari hasil razia yang dilakukannya selama dua hari terakhir hingga Jumat (21/11). “Kami lakukan razia di dua kecamatan. Yakni Kendal dan Pegandon,” ujarnya. Dijelaskannya, peredaran miras illegal di wilayah Kabupaten Kendal banyak ditemukan di toko-toko kelontong ataupun yang menjual sembako. “Jadi toko hanya sebagai kedok saja,” tuturnya.

Selain 499 botol miras, pihaknya juga berhasil menyita 36 botol plastik miras oplosan yang selama ini beredar dan meresahkan masyarakat. Selain Kecamatan Kendal dan Pegandon, sebenarnya pihaknya juga melakukan razia di wilayah Kendal atas, seperti Kecamatan Patean, Sukorejo, dan Pageruyung. Tapi petugas tidak menemukan peredaran miras illegal. “Kami menduga razia sudah bocor. Sehingga saat kami razia, titik-titik yang sudah kami pastikan sudah tidak ada miras lagi,” tandasnya.

Dari dua kecamatan tersebut Kecamatan Pegandon dan Kendal penjualan miras ada yang dilakukan di tempat yang berdekatan dengan tempat peribadatan. “Seperti di depan Masjid Agung Kendal ada satu toko sembako yang kedapatan menjual miras secara illegal,” jelasnya.

Diakuinya, razia yang dilakukan mengalami kesulitan. Sebab warung penyedia miras illegal tergolong tersembunyi. “Kalau sekilas hanya menyediakan sembako, tapi di bagian belakang banyak miras yang dijual. Ini memang memerlukan kejelian petugas dari kami,” lanjutnya.

Bagi pemilik toko yang kedapatan menjual miras illegal, oleh petugas di beri surat peringatan sekaligus surat pernyataan untuk tidak lagi menjual miras. “Pertama kami hanya memberikan pembinaan. Namun, jika kedapatan menjual miras kembali, maka akan kami kenakan tindak pidana ringan (tipiring),” paparnya. Dijelaskannya, rata-rata penjual saat ditanya tidak memiliki izin untuk menjual miras. Sebab miras bukanlah minuman biasa yang dapat dikonsumsi oleh sembarang orang.

Kasi Penegakan Perda Satpol PP Kabupaten Kendal, Agus Prakoso menyampaikan bahwa razia terhadap peredaran miras illegal akan dilaksanakan secara berkelanjutan. Hal itu untuk menegakkan Perda no 4 Tahun 2009 tentang miras. “Penjualan miras illegal merupakan bagian penyakit masyarakat yang harus diperangi,” katanya.

Dia menambahkan, peredaran miras illegal yang lebih membahayakan justru jenis oplosan. Sebab, kadar kandungan alkoholnya tidak diketahui secara pasti oleh pengonsumsi. “Ini bisa mengakibatkan kematian. Bahayanya, jika miras oplosan ini dikonsumsi oleh pelajar,” imbuhnya. (bud/ric)