Semarang Jadi Kota Tertib Ukur

338
Nur Chamim/Radar Semarang
Nur Chamim/Radar Semarang
Nur Chamim/Radar Semarang

SEMARANG – Semarang beserta tiga kota lainnya, yaitu Banda Aceh dan Solok ditetapkan sebagai kota tertib ukur. Dengan adanya tertib ukur ini, diharapkan masyarakat maupun wisatawan lebih nyaman dalam mengunjungi dan bertransaksi di kota ini.

Direktur Jenderal Standarisasi dan Perlindungan Konsumen, Widodo, mengatakan sejauh ini total sudah ada 11 kota yang ditetapkan sebagai daerah Tertib Ukur dengan 126 pasar tertib ukur.

“Daerah tertib ukur memang berat, karena semua alat ukur timbang harus sudah ditera ulang. Sementara pasar tertib ukur semua alat ukur timbang juga harus sudah ditera ulang,” ujarnya usai meresmikan Kota Tertib Ukur di Lawang Sewu (20/11).

Pihaknya bersama pemerintah daerah terus mendorong terbentuknya kota tertib ukur. Dengan kerjasama tersebut, diharapkan kabupaten/kota dan sekitar 13 ribu pasar bisa segera tertib ukur. Saat ini untuk seluruh Indonesia jumlah pasar yang sudah tertib ukur ada 126 pasar, dan diharapkan jumlah tersebut terus bertambah.

Menurutnya, dengan adanya daerah serta pasar tertib ukur ini, kian meningkatkan perlindungan terhadap kepentingan umum konsumen atas jaminan kebenaran hasil pengukuran transaksi perdagangan. “Hal ini juga kian menguntungkan kita bila dikaitkan dengan MEA. Karena barang-barang yang diekspor sesuai dengan takar timbang internasional, maka akan timbul kepercayaan lebih besar dari pihak luar,” tandasnya.

Pada kesempatan tersebut, diserahkan juga bantuan timbangan sebanyak 750 unit untuk diberikan pada pedagang mikro pemilik alat-alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya yang tidak layak pakai atau tidak memenuhi syarat teknis kemetrologian.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menambahkan, dengan ditetapkannya Semarang sebagai kota tertib ukur dihaparkan kian meningkatkan perdagangan serta kunjungan wisata ke kota ini. (dna/smu)