Sokokidul Juara Pembinaan Ketahanan Pangan

450
BUDIDAYA IKAN : Kepala Desa Sokokidul Sudiarto menunjukan budidaya ikan sidat dengan kolam bundar kepada juri dan Sekda dr Singgih Setyono MMR saat penilaian. (Wahib pribadi/radar semarang)
 BUDIDAYA IKAN : Kepala Desa Sokokidul Sudiarto menunjukan budidaya ikan sidat dengan kolam bundar kepada juri dan Sekda dr Singgih Setyono MMR saat penilaian. (Wahib pribadi/radar semarang)

BUDIDAYA IKAN : Kepala Desa Sokokidul Sudiarto menunjukan budidaya ikan sidat dengan kolam bundar kepada juri dan Sekda dr Singgih Setyono MMR saat penilaian. (Wahib pribadi/radar semarang)

DEMAK – Desa Sokokidul, Kecamatan Kebonagung Kabupaten Demak menjuarai Lomba Adhikarya Pangan Nusantara kategori pembinaan ketahanan pangan Provinsi Jateng. Kini, desa tersebut maju ke tingkat nasional mewakili Jateng.

Kabid Ketahanan Pangan Bappeluh KP Pemkab Demak, Temu mengatakan, desa tersebut mampu mengalahkan yang lain lantaran memiliki banyak keunggulan. Diantaranya, memiliki Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM). Lembaga ini mendirikan lumbung desa untuk mengatasi musim paceklik serta mengatasi harga beras apabila sedang turun atau naik. Lumbung desa tersebut menjadi sarana menampung gabah petani yang dikoordinasi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Suka Bakti. “Petani bisa menitipkan gabahnya ke gudang untuk cadangan masa paceklik, ”kata Temu di dampingi stafnya, Sinta, kemarin.

Kini, di lumbung desa itu masih tersisa 10 ton gabah. Untuk mengelola ini, Gapoktan memiliki pembukuan. Untuk mendukung berjalannya lumbung itu, Gapoktan memperoleh bantuan dana bansos dari APBN sebesar Rp 150 juta. Dengan rincian, Rp 45 juta untuk bangunan, Rp 10 juta untuk pengadaan cadangan pangan serta sisanya untuk kegiatan distribusi dalam pembelian gabah petani.

Menurutnya, Desa Sokokidul sebelumnya di pilih di beri bantuan untuk pembinaan karena produksi padinya tinggi namun harganya cenderung turun. Temu juga menambahkan, keberadaan LDPM juga di tunjang dengan program Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) serta budidaya ikan sidat (belut). Bahkan, budidaya ikan tersebut telah menjadi percontohan. Tak hanya itu, Desa Sokokidul kini mengembangkan kawasan rumah pangan lestari (KRPL). Yakni, memanfaatkan lahan pekarangan kosong untuk tanaman. Di Desa Sokokidul, PKK setempat juga di bina dalam penimbangan balita dan urusan peningkatan gizi anak-anak. (hib/ric)