Tiga Penggelap Mobil Rental Dibekuk

542
DIBEKUK : Kasat Reskrim Polres Kendal, Iptu Fiernando Andriasyah (kiri) saat menginterogasi tiga pelaku penggelapan mobil di Mapolres setempat, Jumat (21/11). (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
 DIBEKUK : Kasat Reskrim Polres Kendal, Iptu Fiernando Andriasyah  (kiri) saat menginterogasi tiga pelaku penggelapan mobil di Mapolres setempat, Jumat (21/11). (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

DIBEKUK : Kasat Reskrim Polres Kendal, Iptu Fiernando Andriasyah (kiri) saat menginterogasi tiga pelaku penggelapan mobil di Mapolres setempat, Jumat (21/11). (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

KENDAL—Peringatan bagi pemilik usaha rental mobil agar berhati-hati. Sebab modus penggelapan kendaraan yang dilakukan kawanan pencuri dengan cara menyewa mobil rental kini mulai marak.

Yakni para pelaku berpura-pura menyewa kendaraan untuk keperluan keluar kota. Namun ternyata digelapkan untuk di jual atau digadaikan. Bahkan untuk menghilangkan jejak, para pelaku melepas alat Global Positioning System (GPS) yang terpasang pada mobil. Hal itu terungkap dari tiga pelaku penggelapan mobil rental yang di bekuk jajaran Polres Kendal, Jumat (21/11) kemarin. Tiga pelaku yang kini ditetapkan sebagai tersangka adalah Masruri, 34, Moh Setiawan, 33 dan Andi Hariadi, 30 warga Cepiring, Kendal.

Kapolres Kendal, AKBP Harryo Sugihhartono melalui Kasat Reskrim Polres Kendal, Iptu Fiernando Andriasyah mengatakan ketiga pelaku telah menggelapkan mobil rental milik Teguh Wuryanto, 36, warga Desa Purwokerto, Kecamatan Patebon. Ketiganya secara bersama-sama menggelapkan satu unit mobil Toyota Kijang Innova dengan nopol H 711 TG. “Para pelaku awalnya berpura-pura menyewa mobil selama tiga hari kepada korban Teguh. Tapi ternyata mobil oleh para pelaku digelapkan dengan cara digadaikan,” tuturnya.

Guna menghilangkan jejak agar tidak terdeksi, GPS yang sengaja di pasang sang pemilik rental untuk mengetahui keberadaan lokasi mobil di lepas para pelaku. “Setelah tercopot baru kemudian digadaikan selama satu bulan dengan keuntungan yang masuk pada tiga orang tersebut sebesar Rp 15 juta,” jelasnya.

Atas kejahatan itu, korban Teguh mengalami kerugian sebesar Rp 310 juta atau senilai dengan harga satu unit mobil. Sebab penggadai belum berhasil di tangkap dan mobil Toyota Innova belum ketemu. “Para pelaku kami jerat Pasal 372 KUHP tentang penggelapan Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Ancaman pidana maksimal empat tahun penjara,” tandasnya.

Para pelaku mengaku memiliki modus mencuri mobil rental karena sebelumnya pernah bekerja di sebuah perusahaan usaha rental mobil. Sehingga mengetahui cara menggelapkan mobil rental. “Uang saya gunakan untuk senang-senang,” kata Masruri. (bud/ric)