Kontraktor RSUD Tujuh Kali Ditegur

306

”Kalau seperti ini apa bisa target 60 persen tercapai. Prediksi saya yang diperkirakan 30-35 persen pun akan semakin ragu,” Direktur PT Ediyasa, Ir Sumardi.

SEMARANG – PT Ediyasa selaku pengawas proyek pembangunan gedung paru dan jantung di RSUD segera mengeluarkan surat teguran kepada PT Ghories yang merupakan pelaksana proyek pembangunan gedung tersebut. Bahkan surat teguran ini merupakan kali ketujuh selama proses pengerjaan pembangunan.

”Besok Senin, saya akan kirimkan surat teguran itu kepada PT Ediyasa yang berada di Surabaya. Setelah itu akan saya rapatkan lagi dengan mereka,” ungkap Direktur PT Ediyasa, Ir Sumardi kepada Radar Semarang, Minggu, (23/11) kemarin.

Dikatakan, alasan mengeluarkan kembali surat teguran, pihaknya mengatakan supaya pembangunan gedung paru dan jantung cepat selesai. Menurutnya, pelaksana proyek masih terkesan lamban dalam mengerjakan pembangunan gedung tersebut. Padahal schedule kerja harus selesai 10 Desember 2014. ”Waktunya sudah begitu mepet tinggal hitungan hari saja. Kalau proyek ini tidak selesai kan saya juga ikut rugi. Padahal saya dalam pekerjaan ini 100 persen mengawasi terus. Meskipun pada saat pekerjaan ini sudah terhitung rugi,” jelasnya.

Menurutnya, lambannya pekerjaan ini pihaknya juga terus memberikan dorongan kepada pelaksana proyek segera menyelesaikan pembangunan ini dengan menambah tenaga kerja dan berbagai kebutuhan material. Selain itu, penambahan jam kerja juga ditingkatkan supaya target pencapaian proses pengerjaan bisa tercapai. ”Pelaksana berjanji menyelesaikan kerjaan hingga 60 persen sampai 10 Desember. Bahkan sejak Oktober kemarin juga berjanji mampu mengerjakan 10 persen setiap harinya. Tapi realitanya hanya 3,5 persen. Terus kalau seperti ini apa bisa target 60 persen tercapai. Prediksi saya yang diperkirakan 30-35 persen pun akan semakin ragu,” keluhnya.

Sementara, dr Sarwoko selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) dari RSUD Ketileng juga mengakui pelaksana proyek dalam mengerjakan pembangunan sangat lamban. Sehingga progres pembangunan tidak sesuai target. ”Sebelumnya kami juga sudah mengeluarkan surat teguran sebanyak 3 kali. Sebab progres target tidak sesuai yang diharapkan. Bahkan kami juga sudah mengeluarkan surat peringatan (SP) kepada PT Ghories sebanyak dua kali,” terangnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Joko Santoso menegaskan akan mem-blacklist PT tersebut. Selain itu nantinya diharapkan pemerintah lebih teliti dalam menyeleksi pemenang tender lelang. ”Kami juga sudah mendapat aduan dari Komisi D terkait hal itu. Paling tidak nantinya bendera dari PT itu akan di-blacklist. Selain itui nantinya harus ditelusuri juga, bendera tersebut sering digunakan atau tidak. Ini untuk mengantisipasi dalam pembangunan-pembangunan nantinya,” tegasnya. (mg9/zal/ce1)