Pembangun Kampus II UKSW Disoal Warga

532

SALATIGA–Pembangunan Kampus II Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) di Blotongan masih menyisakan permasalahan. Beberapa warga RT 02 masih menolak pembangunan kampus di atas tanah berbukit seluas 12 hektar tersebut. Aksi penolakan warga dilakukan dengan memblokade jalan masuk truk material ke lokasi proyek pembangunan dengan batu.

Hal ini dibenarkan oleh Ketua RT 02, RT 03, Susilo, 53, memang ada beberapa warga tapi jumlahnya sedikit, kemudian memprovokasi yang lain sehingga muncul pemblokiran akses jalan dengan batu. Mulanya ada warga yang meminta diri untuk kerja di proyek pembangunan kampus sebagai sopir. Memang dari pihak kampus memberi jalan seluas-luasnya untuk warga yang ingin bekerja di proyek. Tapi tidak mungkin kampus menerima semuanya. “Kampus UKSW juga memberi bantuan tiap RT Rp 1 juta. RT 02 juga dibantu empat set tenda seharga Rp 20 juta. Ditambah bantuan kas RW untuk urusan kematian sebesar Rp 1,5 juta,” terangnya kemarin (23/11).

Di sisi lain, dampak proyek masih melanda perkampungan warga, aliran air dari kawasan proyek menggenangi perkampungan. Kondisi tersebut disampaikan Supriyadi, 52, warga RT 02. Menurutnya, memang akses utama jalan menuju proyek tidak banjir, tapi di dalam RT 02 masih sering banjir meskipun tidak parah. “Lha di atas gundul, akhirnya air hujan sampai di sini kencang. Kalau lihatnya yang akses utama ke proyek jelas tidak banjir. Tapi di sini airnya meluber” kata Supriyadi.
Hal senada juga diungkapkan Budi, 62, Warga RT 05, RW 03 Blotongan, menurutnya akibat debit air yang kencang dari atas bukit membuat kali selebar 3 meter tergerus menjadi 7 meter. “Kami sudah lapor dua kali tapi belum ditanggapi. Yang parah rumah Pak Badri, gerusan tanah akibat buangan air, sudah menyentuh tembok rumahnya,” katanya. (mg14/zal)