Polisi Kesulitan Tangkap Bandar Togel

977
DIRINGKUS- Tersangka perjudian togel Kuda Lari, Wiwik menjelaskan modus operasi penjualan judi togel di Ambarawa kepada Kapolres Semarang, AKBP Muslimin Ahmad. (FOT: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
 DIRINGKUS- Tersangka perjudian togel Kuda Lari, Wiwik menjelaskan modus operasi penjualan judi togel di Ambarawa kepada Kapolres Semarang, AKBP Muslimin Ahmad. (FOT: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

DIRINGKUS- Tersangka perjudian togel Kuda Lari, Wiwik menjelaskan modus operasi penjualan judi togel di Ambarawa kepada Kapolres Semarang, AKBP Muslimin Ahmad. (FOT: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

UNGARAN- Petugas Satreskrim Polres Semarang, kualahan mengejar pengepul dan bandar judi toto gelap (Togel) jenis Kuda Lari yang beredar luas di wilayah hukum Polres Semarang. Selama ini hanya pengecernya saja yang berhasil diringkus sementara bandar besarnya masih bebas berkeliaran mengurus binis perjudian tersebut.

Seperti penyergapan di rumah yang digunakan untuk mengecerkan kupon judi Togel di Kupang Lor RT 2 RW 3 Kelurahan Kupang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten semarang, kemarin. Polisi hanya berhasil meringkus Wiwik Suwito, 56, penjual warung kelontong yang nyambi mengecerkan kupon togel. Dari tangan Wiwik polisi menyita uang Rp 27 ribu, 2 bendel kupon, handphone yang digunakan sebagai sarana dan rekap hasil penjualan kupon. Sementara itu pengepul kupon togel, Agus, 50, warga Kupang, Ambarawa berhasil lolos dalam penyergapan tersebut. Polisi juga belum berhasil meringkus Bandar togel yang beroperasi di Ambarawa. “Kita berhasil meringkus seorang pengecer judi togel Kuda Lari bernama Wiwik, setelah sebelumnya mendapat laporan masyarakat tentang aktivitas perjudian di rumah tersangka,” tutur Kapolres Semarang AKBP Muslimin Ahmad, Minggu (23/11) kemarin.

Kapolres mengakui masih belum berhasil meringkus bandarnya. Pihaknya berjanji dalam waktu dekat akan mendalami penyelidikan untuk meringkus Bandar judi togel yang marak di wilayah hukumnya. Menurut Kapolres dari pengakuan tersangka Wiwik, uang hasil penjualan disetorkan pada seseorang. Ada kemungkinan bandarnya berada di Ambarawa atau di kota lain. “Tersangka Wiwik mengaku uangnya disetorkan pada seseorang yang masih akan kita selidiki. Kita masih mengembangkan penyelidikan untuk menangkap bandarnya. Ada kemungkinan (Bandarnya) di masih ada Ambarawa,” ungkap Kapolres.

Sementara itu tersangka Wiwik saat ditemui di Mapolres Semarang mengaku, baru satu bulan menjual kupon judi togel. Menurut Wiwik dirinya tergiur hasil yang cukup besar yakni 15 persen dari omzet penjualan kupon. “Kebetulan saya jualan warung kelontong di rumah. Lalu saya nyambi jualan Togel, lumayan omzetnya Rp 100-200 ribu sehari, saya dapat 15 persen. Uang hasil penjualan saya setorkan pada Pak ‘S’ yang ngurus judi di Ambarawa,” aku Wiwik. (tyo/zal)