Sejumlah Dusun Nyaris Terisolir

428
BUTUH PERBAIKAN- Jalan utama penghubung antar dusun, di desa Candirejo hingga kecamatan Pringapus rusak parah. Akibatnya warga kesulitan untuk melintas terutama dimusim hujan. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
BUTUH PERBAIKAN- Jalan utama penghubung antar dusun, di desa Candirejo hingga kecamatan Pringapus rusak parah. Akibatnya warga kesulitan untuk melintas terutama dimusim hujan. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
BUTUH PERBAIKAN- Jalan utama penghubung antar dusun, di desa Candirejo hingga kecamatan Pringapus rusak parah. Akibatnya warga kesulitan untuk melintas terutama dimusim hujan.
(FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

PRINGAPUS– Akses Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang terancam terisolir. Pasalnya, jalan antar dusun terputus sungai tanpa fasilitas jembatan. Kondisi tersebut diperparah saat musim penghujan, derasnya air sungai membuat masyarakat was-was ketika menyeberang. Akibat minimnya infrastruktur membuat masyarakat kesulitan mengakses pelayanan pendidikan dan kesehatan.

Kerusakan tidak hanya jalan antar dusun tetapi juga jalan menuju ke Desa Candirejo dan Pringapus. Sepanjang jalan kerap ditemukan sejumlah aspal yang mengelupas dan amblas. Bahkan jalan yang menghubungkan Dusun Watugajah, Dawung, Banger, Getas Kumbang dan Dusun Kedungjati, jalannya sudah rusak dan berubah jadi jalan tanah ataupun jalan setapak. Belum lagi jalan penghubung Dusun Kedungglatik, Borangan dan Sapen. Di tiga dusun tersebut hampir sepanjang jalannya berupa tanah. Bahkan untuk menghubungkan dusun Borangan dengan Sapen harus menyeberang sungai tanpa jembatan. Belum lagi minimnya penerangan jalan, sehingga jika malam menjelang suasana sangat gelap.

Kepala Dusun Watugajah, Desa Candirejo, Sanyoto, mengatakan, jalan aspal sudah pada rusak. Jadi jika lewat di sini harus hati-hati, karena kerap terjadi kecelakaan bagi yang kurang hati-hati. Padahal setiap hari jalan penghubung menuju Desa Candirejo hingga pusat Pemerintahan Kecamatan Pringapus menjadi satu-satunya jalan yang harus dilalui untuk beraktifitas. Menurut Sunyoto, akses jalan yang rusak itu menghambat transportasi warganya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Terutama jika ada yang membutuhkan layanan kesehatan yang bersifat darurat.“Seringkali ada warga jatuh dari motor gara-gara terpeleset karena jalannya rusaknya. Kerusakan itu sudah terjadi beberapa tahun lalu, sampai saat ini belum diperbaiki,” tuturnya.

Anggota DPRD Kabupaten Semarang Bondan Maruto Hening mengamini kondisi wilayahnya yang nyaris tidak tersentuh proyek pembangunan. Menurut Bondan kondisi infrastruktur di Desa Candirejo sangat mengenaskan. Bahkan warga harus berbasah-basahan menyeberangi sungai karena tidak adanya jembatan yakni di dusun Borangan menuju Sapen.

Lebih parah lagi saat musim penghujan, karena air sungai meluap sehingga warga tidak berani menyeberang. Akibatnya aktivitas terganggu, jika akan menyeberang warga harus berputar arah lebih jauh melalui Kabupaten Demak dan Kota Semarang. Bondan mengatakan, dibutuhkan anggaran besar untuk perbaikan infrastruktur di sana. Selain itu butuh koordinasi antar instansi, yakni Pemkab. Semarang dengan Perhutani sebab kebanyakan tanah milik Perhutani. “Jadi dibutuhkan komitmen yang kuat dari Pemkab untuk mensejahterakan masyarakat di sana. Terutama yang mendesak dilakukan yakni perbaikan infrastruktur karena itu menjadi sarana yang vital agar masyarakat mudah mengakses sarana pendidikan, kesehatan maupun ekonomi,” ungkap Bondan yang tinggal di wilayah Pringapus itu. (tyo/zal)