Sejumlah Sekolah Minim Perpustakaan

361

KANDRI – Sulitnya menumbuhkan budaya membaca siswa di sekolah pinggiran terhambat dengan minimnya fasilitas penunjang, seperti perpustakaan. Berdasarkan penelusuran Radar Semarang, masih terdapat sekolah di Kelurahan Kandri sejak berdirinya sekolah tersebut belum memiliki perpustakaan.

Padahal, fasilitas perpustakaan sangatlah penting, selain untuk menunjang pembelajaran siswa juga untuk memupuk budaya membaca sejak dini. Sekolah Dasar Kandri 02 misalnya, sejak berdirinya sekolah tersebut, baru kali ini sekolah yang terletak berdekatan dengan objek wisata Goa Kreo tersebut baru merasakan memiliki perpustakaan. Itu pun berkat bantuan dari CSR sebuah perusahaan persero. Sangat memprihatinkan memang. ”SD ini ada sejak tahun 80-an dan baru kali ini kita memiliki sebuah perpustakaan,” ujar Sugiyanto, Kepala SD Kandri 02, Sabtu (22/11).

Ruang perpustakaan itu pun hanya berasal dari sebuah ruang kelas yang disekat sedikit menggunakan kayu tripleks. Meskipun kondisi di dalam ruangan masih sangat panas karena tidak memiliki ventilasi, namun setidaknya siswa di SD tersebut merasa gembira karena memiliki perpustakaan yang buku-bukunya pun jumlahnya sangat terbatas.

Sugiyono mengaku sudah berulang kali mangajukan bantuan perpustakaan kepada pemerintah kota. Namun apa daya, hingga kini pun pengajuan tersebut belum mendapatkan respons dari pihak pemerintah kota. ”Sudah beberapa kali, namun juga belum direspons. Akhirnya doa kita untuk memiliki perpustakaan terjawab dengan adanya bantuan dari sebuah perusahaan,” tutur sugiyono.

Selain itu, fasilitas lain ditempatnya seperti musala hanya sebatas ruang yang disekat menjadi dua, dan satunya dimanfaatkan untuk ruang salat. ”Meskipun begini, kita tetap berusaha memberikan yang terbaik untuk siswa kita dan kita berharap agar kondisi aeperti ini tidak berlarut-larut sehingga lekas dapat penanganan,” tuturnya.

Menurutnya, kondisi seperti ini tidak hanya dialami oleh sekolahnya, namun beberapa sekolah pinggiran yang lain pun juga belum memiliki perpustakaan hingga kini. ”Pengajuannya susah. Padahal dengan adanya perpustakaan itu, budaya membaca siswa setidaknya dapat terbentuk,” pungkas Sugiyono.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bunyamin mengatakan pengadaan perpustakan di setiap sekolah-sekolah akan dilakukan tahun depan. ”Sudah diprogramkan, tahun 2015 setiap sekolah akan dibuatkan perpustakaan,” ujar Bunyamin. Menurutnya, perpustakaan merupakan fasilitas penting di setiap sekolah guna menunjang proses belajar mengajar menjadi lebih maksimal. (ewb/zal/ce1)