Amankan Pupuk Bersubsidi Selundupan

505

DEMAK- Tim Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) Demak mengamankan truk berisi pupuk bersubsidi yang di duga hendak diselundupkan ke daerah lain. Yang pertama, petugas memergoki truk dari Grobogan memuat sekitar 7 ton pupuk urea bersubsidi hendak dibawa ke Pati. Setelah ditelusuri, ternyata pupuk tersebut diduga berasal dari pengecer Murohim, di Desa Kedondong, Kecamatan Demak Kota.

Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Pemkab Demak Ir Wibowo melalui Kasi Penyedia Saprodi Bidang Agribisnis Dispertan Pemkab Demak, Wiwik Dewi Sumbarwati mengatakan, pengecer tersebut diketahui di bawah binaan distributor CV Pahala Utama. Karena itu, pihaknya mendesak distributor untuk mencabut izin pengecer nakal tersebut karena di duga menyalahi aturan. Di lokasi terpisah, petugas juga sempat mencegat truk pupuk bersubsidi di Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung.

Truk diketahui mengangkut 7 hingga 8 ton urea di duga dari gudang Pusri di Brumbung, Kecamatan Mranggen. Petugas sebelumnya mencurigai karena truk yang memuat pupuk urea subsidi itu tidak dilengkapi dengan tulisan yang jelas tentang pupuk subsidi. Selain itu, di duga tidak ada delivery order (DO) terkait pengambilan pupuk tersebut. “Kalau tidak ada tulisan pupuk subsidi dan DO, maka patut dicurigai akan diselewengkan,” ujarnya.

Kabid Agribisnis Dispertan, Sri Lestari membenarkan terkait pengamanan pupuk bersibsidi. “Sekarang masih dalam penyelidikan pihak kepolisian,” katanya. Menurutnya, tim yang masuk KP3 diantaranya, Dispertan, Dinas Perdagangan, kepolisian, kejaksaan dan instansi terkait lainnya.

Dikonfirmasi terpisah, Staf Pemasaran Pupuk Pusri Wilayah Demak, Harsono mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan ke gudang Pusri Brumbung dan tidak ditemukan adanya truk yang dimaksud. Menurutnya, semua keluar masuk pupuk bersubsidi dari gudang telah terdokumentasi, termasuk pengambilan DO, siapa sopir maupun truk yang digunakan untuk mengangkut pupuk. Karena itu, pihaknya tidak tahu menahu darimana pupuk yang di muat truk yang dicegat KP3 tersebut. “Kita sudah cek semua. Hasilnya, tidak ada dan tidak ditemukan adanya pengambilan pupuk dari gudang Pusri. Karena itu, kita tidak tahu darimana pupuk tersebut,” katanya kemarin. Kapolres Demak AKBP Raden Setijo Nugroho melalui Kasubag Humas AKP Zamroni mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan soal pupuk tersebut. “Kita masih dalam tahap penyelidikan,” katanya. (hib/ric)